Jakarta, VIVA – Kondisi krisis ekonomi atau resesi sering membuat banyak orang ragu untuk tetap berinvestasi. Fluktuasi pasar yang tajam, berita negatif tentang ekonomi global, hingga ketidakpastian pekerjaan, membuat sebagian besar investor memilih menahan diri.
Wajar jika situasi tersebut menimbulkan kekhawatiran, terutama bagi investor pemula yang belum terbiasa menghadapi volatilitas pasar.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Namun di sisi lain, kondisi krisis justru sering dianggap sebagai momen yang memiliki peluang tersendiri dalam dunia investasi. Harga aset yang turun tajam dapat membuka kesempatan bagi investor untuk membeli dengan nilai lebih rendah.
Meski demikian, peluang ini tetap harus disertai dengan pemahaman risiko yang matang agar tidak menimbulkan kerugian di kemudian hari. Sebab itu, penting bagi Anda untuk memahami bagaimana cara bersikap bijak dalam menghadapi investasi saat krisis ekonomi.
Keputusan yang diambil tidak boleh hanya berdasarkan emosi atau kepanikan, tetapi harus mempertimbangkan kondisi keuangan pribadi, tujuan jangka panjang, dan profil risiko masing masing.
Melansir dari Fulton Bank, Kamis, 30 April 2026, berikut beberapa hal penting yang perlu Anda ketahui sebelum memutuskan untuk berinvestasi saat krisis ekonomi:
1. Krisis Ekonomi Bukan Selalu Waktu yang Buruk untuk Investasi
Banyak orang menganggap krisis ekonomi adalah waktu yang harus dihindari dari aktivitas investasi. Padahal, dalam sejarah pasar keuangan, setiap masa resesi selalu diikuti oleh masa pemulihan.
Penurunan harga saham atau aset lain justru dapat menjadi peluang bagi investor yang memiliki pandangan jangka panjang. Beberapa perusahaan yang fundamentalnya kuat bahkan bisa menjadi lebih bernilai ketika pasar mulai pulih.
Namun, tidak semua aset akan kembali pulih dengan cepat. Ada juga yang membutuhkan waktu lama atau bahkan tidak pulih sama sekali, sehingga analisis tetap sangat diperlukan.
2. Pentingnya Menilai Kondisi Keuangan Pribadi
Sebelum memutuskan berinvestasi saat krisis, Anda perlu memastikan kondisi keuangan pribadi berada dalam keadaan stabil. Prioritas utama bukanlah keuntungan investasi, tetapi keamanan finansial Anda.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain:
- Dana darurat yang cukup untuk kebutuhan beberapa bulan ke depan
Halaman Selanjutnya
- Tidak memiliki utang berbunga tinggi yang membebani keuangan

1 hour ago
1



























