Iran Buka Borok AS: Hobi Melanggar Perjanjian tapi Sok Mendikte

1 week ago 23

Selasa, 1 September 2026 - 22:01 WIB

VIVA - Iran menuduh Amerika Serikat (AS) keliru menganggap negosiasi sebagai ajang untuk mendikte dan menegaskan bahwa pendekatan semacam itu tidak akan berhasil terhadap Teheran.

“Amerika telah keliru memahami konsep negosiasi sebagai tindakan mendikte, sesuatu yang jelas tidak akan berhasil terhadap Iran,” kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baqaei, seperti dikutip dari Anadolu Ajansi, Selasa, 1 September 2026.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia menuduh Washington bertindak dengan “itikad buruk” dan tidak memiliki arah yang jelas dalam pendekatannya terhadap Iran. Ia menilai AS telah terjebak dalam apa yang disebutnya sebagai kesalahan strategis.

“Selama mereka bertindak dengan cara seperti ini, mereka tentu tidak akan memperoleh hasil apa pun selain apa yang telah mereka capai sejauh ini,” ujarnya.

Menanggapi serangan AS baru-baru ini terhadap Pulau Khark di Iran, Baqaei mengatakan Washington telah berulang kali melakukan tindakan yang dianggap Teheran sebagai agresi. Ia memperingatkan bahwa pasukan Iran akan merespons setiap serangan lebih lanjut.

Ia juga menuduh AS melanggar Nota Kesepahaman (MoU) Islamabad, yang menurutnya telah ditandatangani di tingkat tertinggi oleh Presiden Donald Trump.

Menurutnya, Washington telah menyetujui sejumlah komitmen berdasarkan kesepakatan tersebut, tetapi memutuskan untuk melanggarnya sekitar tiga pekan setelah ditandatangani.

Lebih lanjut, Baqaei mengatakan Teheran akan menentukan langkah selanjutnya terkait kesepakatan tersebut berdasarkan perkembangan situasi.

Ia juga menuduh Washington terus memberlakukan sanksi dan blokade laut serta meningkatkan apa yang disebutnya sebagai perang ekonomi terhadap Iran.

Meski demikian, Baqaei mengatakan Iran akan terus menggunakan diplomasi bila diperlukan untuk melindungi kepentingan nasionalnya.

“Kami tentu, dengan mempertimbangkan seluruh aspek, akan menggunakan kemampuan dan instrumen diplomasi bila diperlukan, baik untuk menjelaskan posisi kami maupun untuk memastikan dan mempertahankan hak-hak rakyat Iran” katanya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia juga mengatakan Iran tetap menjalin kontak rutin dengan Badan Energi Atom Internasional (IAEA), tetapi membantah bahwa saat ini terdapat negosiasi baru antara Teheran dan badan pengawas nuklir PBB tersebut.

Baqaei turut menegaskan kembali posisi Teheran bahwa tidak ada aktivitas nuklir di lokasi Kuh-e Kolang (Pickaxe Mountain), setelah Direktur Jenderal IAEA Rafael Grossi baru-baru ini mengatakan tidak ada bukti kuat yang mendukung tuduhan mengenai aktivitas nuklir di lokasi tersebut.

Uang dolar AS dan rupiah.

Rupiah Menguat ke Rp 17.715 di Tengah Lonjakan Harga Energi Imbas Kembali Memanasnya Perang Iran-AS

Hingga pukul 09.01 WIB rupiah ditransaksikan di Rp 17.715 per dolar AS. Posisi itu menguat 7 poin atau 0,04 persen dari posisi sebelumnya di level Rp 17.722 per dolar AS.

img_title

VIVA.co.id

1 September 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |