Jakarta, VIVA - enaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi yang mulai berlaku sejak 10 Juni 2026 membuat banyak pemilik kendaraan harus berpikir ulang soal pengeluaran harian. Kenaikan harga tersebut cukup signifikan, terutama untuk pengguna Pertamax yang kini dibanderol Rp16.250 per liter dari sebelumnya Rp12.300 per liter.
Sementara itu, Pertamax Green 95 juga mengalami kenaikan dari Rp12.900 menjadi Rp17.000 per liter. Di sisi lain, pemerintah masih mempertahankan harga BBM bersubsidi seperti Pertalite dan Biosolar.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Lonjakan harga BBM ini tentu berdampak pada biaya operasional kendaraan. Pengguna mobil yang setiap hari melakukan perjalanan ke kantor, mengantar anak sekolah, hingga bepergian ke luar kota harus mengalokasikan dana lebih besar untuk kebutuhan bahan bakar.
Situasi tersebut membuat sebagian masyarakat mulai mengubah cara pandang dalam memilih kendaraan. Tidak hanya mempertimbangkan harga beli, konsumen kini semakin memperhatikan faktor efisiensi bahan bakar, biaya perawatan, hingga potensi pengeluaran setelah kendaraan dimiliki.
Menurut CEO PT Autopedia Sukses Lestari Tbk selaku perusahaan induk Caroline.id, Jany Candra, kenaikan harga BBM dapat memengaruhi keputusan masyarakat saat membeli kendaraan.
“Kenaikan harga BBM membuat konsumen semakin berhitung. Saat ini, masyarakat tidak hanya mencari mobil dengan harga yang sesuai budget, tetapi juga kendaraan yang efisien, kondisinya terjamin, dan tidak menimbulkan biaya tambahan yang tidak terduga setelah pembelian,” ujar Jany dalam keterangan resminya di Jakarta, Selasa 16 Juni 2026.
Di tengah kondisi tersebut, mobil bekas dinilai masih menjadi pilihan yang menarik. Selain harga yang lebih terjangkau dibandingkan mobil baru, konsumen juga memiliki lebih banyak opsi untuk mendapatkan kendaraan sesuai kebutuhan dan kemampuan finansial.
Namun demikian, membeli mobil bekas tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Konsumen perlu memastikan kondisi kendaraan benar-benar baik agar tidak menghadapi biaya perbaikan yang besar di kemudian hari.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Jany menjelaskan bahwa kualitas kendaraan dan transparansi riwayat mobil menjadi faktor penting yang harus diperhatikan sebelum melakukan transaksi.
“Mobil bekas yang berkualitas bisa menjadi solusi cerdas di tengah kondisi seperti sekarang. Tetapi konsumen perlu lebih teliti. Pastikan mobil sudah melalui inspeksi menyeluruh, memiliki riwayat yang jelas, dan dilengkapi perlindungan purna jual. Inilah yang terus kami dorong,” tuturnya.
Halaman Selanjutnya
Sejalan dengan kebutuhan tersebut, perusahaan menawarkan berbagai unit mobil bekas yang telah melalui proses inspeksi menyeluruh sebelum dipasarkan kepada konsumen. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kondisi kendaraan lebih transparan dan memberikan rasa aman bagi calon pembeli.

5 hours ago
3














:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6284541/original/079194300_1779159392-unnamed__42_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5575090/original/094355400_1778037587-cropped-6b94bc59-8fb4-4b76-874b-71a6a7262057.jpg)