Jakarta, VIVA – Pemerintah mempercepat langkah-langkah strategis untuk memperkuat nilai tukar rupiah sekaligus mengembalikan kepercayaan pelaku pasar terhadap perekonomian nasional.
Koordinasi lintas sektor, deregulasi perizinan, hingga percepatan hilirisasi industri menjadi fokus utama yang terus didorong Presiden Prabowo Subianto dalam beberapa pekan terakhir.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan, pemerintah menyadari bahwa stabilitas ekonomi tidak hanya ditentukan oleh fundamental ekonomi semata, tetapi juga oleh persepsi pasar dan tingkat kepercayaan investor terhadap arah kebijakan pemerintah.
Karena itu, berbagai kementerian dan lembaga diminta bergerak secara terkoordinasi untuk memperkuat sentimen positif terhadap ekonomi Indonesia.
“Dalam 1-2 minggu ini kita semua terus berupaya memperkuat koordinasi, memperkuat kerja sama dan terutama mengambil kebijakan kebijakan yang kita berhadap dapat memperkuat yang tadi disampaikan, memperkuat mata uang kita, memperkuat persepsi publik, memperkuat persepsi pasar,” kata Prasetyo di Kantor Presiden, Jakarta Pusat, dikutip Selasa 16 Juni 2026.
Menurut Prasetyo, salah satu indikator nyata meningkatnya kepercayaan investor global terhadap Indonesia tercermin dari keberhasilan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) menerbitkan obligasi global yang memperoleh permintaan jauh di atas target awal.
Keberhasilan tersebut dinilai menjadi sinyal bahwa investor internasional masih melihat Indonesia sebagai salah satu tujuan investasi yang menjanjikan meski ekonomi dunia masih dibayangi berbagai ketidakpastian.
Namun pemerintah tidak ingin hanya bergantung pada sentimen pasar. Untuk memperkuat kepercayaan masyarakat dan dunia usaha secara berkelanjutan, Presiden Prabowo terus menekankan pentingnya reformasi regulasi yang dapat mengurangi hambatan investasi.
“Berkenaan dengan masalah deregulasi yang berkali-kali Bapak Presiden menyampaikan bahwa kita harus terus berupaya untuk mempermudah perizinan-perizinan kita, supaya iklim investasi dapat berkembang, supaya ekosistem ekonomi kita juga dapat berkembang dengan jauh lebih kompetitif,” ujar Prasetyo.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Selain deregulasi, pemerintah juga menjadikan hilirisasi dan industrialisasi sebagai mesin utama pertumbuhan ekonomi nasional. Strategi tersebut dipandang penting untuk mengurangi ketergantungan terhadap ekspor bahan mentah sekaligus meningkatkan nilai tambah sumber daya alam Indonesia.
Prasetyo menegaskan hilirisasi bukan sekadar agenda industri, tetapi bagian dari upaya memperbesar kekayaan nasional melalui penciptaan produk bernilai tambah tinggi.
Halaman Selanjutnya
“Hilirisasi dan industrialisasi diharapkan menghasilkan produk bernilai tambah yang membawa penambahan kekayaan bagi bangsa dan negara,” ujarnya.

6 hours ago
2














:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6284541/original/079194300_1779159392-unnamed__42_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5575090/original/094355400_1778037587-cropped-6b94bc59-8fb4-4b76-874b-71a6a7262057.jpg)