Jangan Cuma Kejar Nilai Anak, 3 Hal Ini Ternyata Penting untuk Perkembangan Kognitif

1 week ago 8

Sabtu, 5 September 2026 - 15:30 WIB

VIVA – Kemampuan anak dalam belajar dan memecahkan masalah kerap dikaitkan dengan kecerdasan atau nilai akademik. Padahal, perkembangan kognitif anak berlangsung melalui proses yang jauh lebih kompleks.

Kemampuan seperti perhatian, memori, penalaran, hingga pemecahan masalah merupakan bagian dari perkembangan kognitif yang membantu anak belajar dan beradaptasi dengan lingkungan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Karena itu, potensi anak tidak selalu dapat dilihat hanya dari nilai sekolah atau ukuran IQ. Berbagai faktor yang saling berkaitan, mulai dari pemenuhan nutrisi, kesehatan saluran cerna atau gut health, kesiapan biologis hingga stimulasi yang sesuai, turut menjadi fondasi dalam proses tersebut.

Studi yang dipublikasikan dalam Nutrition Reviews pada 2026 juga menemukan adanya hubungan positif antara pola makan dengan kemampuan kognitif dan prestasi akademik pada anak usia sekolah.

Medical and Scientific Affairs Director Danone Indonesia, Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, FRSPH, menjelaskan bahwa perkembangan kognitif perlu dilihat sebagai bagian dari proses tumbuh kembang secara menyeluruh.

“Nutrisi yang tepat, kesehatan saluran cerna yang baik, dan stimulasi yang sesuai merupakan bagian dari fondasi yang saling mendukung untuk membantu anak lebih siap belajar, bereksplorasi, dan mengembangkan berbagai kemampuan kognitifnya,” ujar dr. Ray, dalam keterangannya, dikutip Sabtu 5 September 2026. 

Menurutnya, kesehatan saluran cerna menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan karena berkaitan dengan proses tubuh dalam memperoleh nutrisi.

“Asupan nutrisi yang mengandung prebiotik dan serat pangan, seperti FOS, GOS, dan Inulin dapat mendukung kesehatan saluran cerna dan microbial diversity. Kesehatan saluran cerna yang baik membantu mendukung penyerapan nutrisi, sehingga tubuh si Kecil dapat memperoleh nutrisi yang dibutuhkan untuk mendukung proses belajar dan perkembangannya. Untuk itu, menjaga gut health juga menjadi bagian penting dari upaya orang tua dalam membangun kesiapan biologis anak agar lebih siap belajar dan menerima stimulasi,” tambahnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Meski demikian, pemenuhan nutrisi bukan satu-satunya faktor yang berperan. Anak juga membutuhkan stimulasi yang sesuai dengan tahap perkembangannya.

Interaksi sederhana di rumah, seperti bermain bersama, berbicara, mendengarkan cerita anak, maupun memberikan kesempatan untuk mengeksplorasi lingkungan, dapat menjadi bagian dari pengalaman belajar sehari-hari.

Halaman Selanjutnya

Orang Tua Tak Perlu Terpaku pada Prestasi

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |