California, VIVA - Airbag merupakan salah satu fitur keselamatan penting pada mobil yang dirancang untuk melindungi pengemudi dan penumpang ketika terjadi kecelakaan. Namun, pemilik kendaraan tidak boleh sembarangan mengganti komponen tersebut, terutama jika menggunakan suku cadang pengganti yang tidak jelas asal-usulnya.
Peringatan ini kembali mencuat di Amerika Serikat setelah regulator menemukan kasus kematian yang berkaitan dengan inflator airbag pengganti. Dilihat VIVA Otomotif dari laporan National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA), Selasa 8 September 2026, sudah ada 11 orang meninggal dan tiga lainnya mengalami luka parah dalam 14 kecelakaan yang melibatkan inflator bermasalah.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Kasus tersebut bukan disebabkan airbag bawaan pabrik mobil, melainkan inflator pengganti yang dipasang setelah airbag asli kendaraan sebelumnya mengembang akibat kecelakaan. Komponen dengan identitas DTN60DB tersebut diduga masuk ke Amerika Serikat secara ilegal dan dinilai memiliki cacat keselamatan.
Masalahnya muncul ketika airbag harus bekerja dalam kecelakaan. Alih-alih mengembangkan kantong udara untuk melindungi pengemudi, inflator bermasalah dapat pecah dan melemparkan serpihan logam berkecepatan tinggi ke arah pengemudi.
NHTSA menyebut seluruh kasus yang diketahui terjadi pada kendaraan yang airbag depannya pernah diganti, dan sebagian besar penggantian dilakukan setelah mobil mengalami kecelakaan sebelumnya. Karena itu, pembeli mobil bekas perlu lebih berhati-hati terhadap kendaraan yang memiliki riwayat tabrakan dan penggantian airbag.
Pemilik mobil yang pernah mengalami kecelakaan hingga airbag mengembang sebaiknya memastikan penggantiannya menggunakan komponen yang sesuai dan berasal dari sumber terpercaya. Pengecekan dapat dilakukan di bengkel resmi merek kendaraan atau bengkel independen yang memiliki reputasi baik.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Hal ini juga menjadi alasan pemilik mobil bekas perlu mengetahui riwayat kendaraan sebelum membeli. Riwayat kecelakaan, status kendaraan pernah mengalami total loss, serta pekerjaan perbaikan di bengkel nonresmi dapat menjadi informasi penting untuk memastikan sistem keselamatan kendaraan masih sesuai standar.
Yang tidak kalah penting, pemilik mobil sebaiknya tidak mencoba membongkar atau memeriksa airbag sendiri. NHTSA memperingatkan bahwa pekerjaan pada sistem airbag dapat menyebabkan komponen tersebut mengembang secara tidak sengaja dan menimbulkan cedera serius.
Daftar Harga Mobil Jerman Terbaru September 2026, Mulai Rp400 Jutaan
Mobil asal Jerman dikenal memiliki pilihan yang cukup beragam di pasar Indonesia, mulai dari SUV kompak hingga sedan mewah dan mobil listrik. Harganya bervariasi.
VIVA.co.id
8 September 2026

6 days ago
8













