Jarang Diketahui, Nyeri Bahu Bisa Jadi Tanda Masalah Jantung, Ini Penjelasannya

1 week ago 19

Jumat, 4 September 2026 - 04:50 WIB

VIVA Nyeri bahu merupakan keluhan yang cukup umum. Hampir setiap hari, kita mungkin mengalaminya sendiri atau mendengar keluhan dari orang di sekitar, seperti rekan kerja maupun pasangan.

Keluhan ini sering dianggap sepele dan hanya dikaitkan dengan kelelahan atau aktivitas fisik. Namun, nyeri bahu sebaiknya tidak selalu dianggap sebagai akibat kelelahan. Dalam kondisi tertentu, keluhan tersebut bisa berkaitan dengan masalah kesehatan yang lebih serius, termasuk gangguan pada jantung.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Lantas apa kaitannya antara nyeri bahu dengan penyakit jantung? Melansir laman health.harvard.edu, Jumat 4 September 2026, dalam sebuah penelitian yang dipublikasi secara daring di Journal of Occupational and Environmental Medicine pada 20 Desember 2016 lalu menemukan adanya hubungan antara faktor risiko penyakit jantung, seperti kadar kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi, dan diabetes, dengan masalah pada bahu, termasuk nyeri sendi, tendinitis atau robekan pada rotator cuff.

Penelitian ini melibatkan 1.226 pekerja termasuk pembuat lemari dan pekerja di industri manufaktur kantong udara kendaraan. Dari penelitian tersebut menunjukkan pekerja yang memiliki faktor risiko penyakit jantung paling banyak hampir lima kali lebih mungkin mengalami nyeri pada sendi bahu atau masalah pada rotator cuff dibandingkan mereka yang tidak memiliki faktor risiko tersebut. Sementara itu, pekerja dengan faktor risiko sedang memiliki kemungkinan 1,5 hingga tiga kali lebih besar mengalami nyeri bahu.

Para peneliti juga memantau aktivitas para pekerja, seperti menarik, mendorong, dan memutar tubuh, berdasarkan frekuensi pengulangan dan tingkat kesulitannya. Namun, lamanya waktu bekerja maupun pekerjaan yang lebih banyak mengandalkan aktivitas fisik tampaknya tidak berkaitan dengan munculnya masalah pada bahu.

Hingga kini, belum diketahui secara pasti bagaimana penyakit jantung dapat berkaitan dengan nyeri bahu, atau sebaliknya. Namun, peneliti utama, Dr. Kurt Hegmann dari University of Utah School of Medicine, menjelaskan bahwa area di sekitar robekan rotator cuff, misalnya, memiliki suplai darah yang rendah. Hal ini menunjukkan bahwa faktor risiko penyakit jantung mungkin dapat mengganggu aliran darah ke area tersebut.
 

Sorot jakarta macet

Kualitas Udara Jakarta Tak Sehat Pagi Ini, Warga Diimbau Pakai Masker

Kualitas udara di Jakarta pada Sabtu, 13 Juni 2026 pagi tercatat tidak sehat berdasarkan pembaruan dari IQAir sekitar pukul 05.00 WIB. Masyarakat diimbau pakai masker.

img_title

VIVA.co.id

13 Juni 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |