Turin, VIVA – Ketegangan tingkat tinggi melayari sisa kompetisi Serie A Italia musim ini. Laga penentuan nasib Juventus untuk merebut tiket Liga Champions dipastikan bakal menjadi tontonan utama pencinta sepak bola tanah air. Laga bertajuk Derby della Mole antara Torino menjamu Juventus ini akan disiarkan langsung oleh ANTV pada Senin, 25 Mei 2026, mulai pukul 01.45 WIB.
Menjelang laga hidup-mati di Stadio Olimpico Grande Torino tersebut, pelatih Juventus, Luciano Spalletti, menegaskan dengan lantang bahwa dirinya sama sekali tidak pernah berpikir untuk mundur dari posisinya, sekalipun nantinya Bianconeri takdirnya gagal melenggang ke Liga Champions musim depan.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Itu (mengundurkan diri) tidak pernah terlintas di pikiran saya," kata Spalletti dengan tegas, seperti dilaporkan dari Football Italia.
Rumitnya Skenario Selisih Poin Menuju Liga Champions
Juventus kini berada dalam posisi yang sangat sulit di papan klasemen. Kekalahan mengejutkan 0-2 dari Fiorentina pada pekan sebelumnya menjadi pukulan telak yang membuat posisi mereka di zona empat besar melorot. Momentum buruk itu dimanfaatkan dengan sempurna oleh AC Milan dan AS Roma untuk menyalip posisi Si Nyonya Tua.
Secara matematis, Juventus kini mengoleksi 68 poin di peringkat keenam (kalah selisih gol dari Como 1907 di posisi kelima). Mereka tertinggal dua poin dari AC Milan dan AS Roma yang mengemas 70 poin di peringkat ketiga dan keempat.
Dengan hanya tersisa satu laga pamungkas, memenangkan derby kontra Torino saja belum menjamin tiket UCL aman di tangan Juventus. Pasukan Spalletti wajib mengamankan tiga poin penuh seraya berdoa agar AC Milan (vs Cagliari) atau AS Roma (vs Verona) terpeleset menelan kekalahan di laga terakhir mereka. Jika skenario itu gagal, posisi maksimal Juventus adalah mengunci tiket Liga Europa.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Spalletti Heran dengan Rumor yang Berubah Cepat
Situasi krusial ini sempat memicu spekulasi liar di media Italia bahwa manajemen dan Spalletti siap berpisah jika target kompetisi elite Eropa meleset. Menanggapi derasnya isu miring tersebut, mantan pelatih Timnas Italia itu mengaku heran bagaimana sebuah analisis masa depan bisa berubah begitu drastis hanya karena hasil minor di lapangan hijau.
Halaman Selanjutnya
"Awalnya semua orang membicarakan kontrak baru, lalu tiba-tiba berubah menjadi soal pengunduran diri. Semua kemungkinan seolah dilemparkan kepada saya," ujar juru taktik berkepala plontos itu.

3 weeks ago
12














:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6284541/original/079194300_1779159392-unnamed__42_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5575090/original/094355400_1778037587-cropped-6b94bc59-8fb4-4b76-874b-71a6a7262057.jpg)