Justin Gaethje Ungkap Momen Ilia Topuria Jatuh Mental hingga Tumbang di UFC White House

4 hours ago 5

Selasa, 16 Juni 2026 - 11:00 WIB

VIVA –  Justin Gaethje berhasil menciptakan kejutan besar dengan mengakhiri rekor tak terkalahkan Ilia Topuria dan merebut sabuk juara kelas ringan UFC di UFC Freedom 250. Usai pertarungan, Gaethje mengungkap momen ketika dirinya yakin sang juara mulai kehilangan kepercayaan diri di dalam oktagon.

Justin Gaethje sukses mencatatkan salah satu kemenangan terbesar dalam kariernya setelah menaklukkan Ilia Topuria pada laga utama UFC Freedom 250 yang digelar di Gedung Putih.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kemenangan tersebut tidak hanya mengantarkan Gaethje merebut gelar juara kelas ringan UFC, tetapi juga mengakhiri rekor sempurna Topuria yang sebelumnya belum pernah terkalahkan dalam karier profesionalnya.

Justin Gaethje (kanan) berhasil mengalahkan Ilia Topuria (kiri) di UFC White House.

Pertarungan berlangsung sengit sejak awal. Namun memasuki ronde-ronde akhir, kondisi Topuria mulai terlihat menurun. Wajahnya dipenuhi luka dan darah, hingga akhirnya timnya memutuskan menghentikan pertarungan di antara ronde keempat dan kelima.

Meski penghentian terjadi menjelang akhir laga, Gaethje mengaku sudah merasakan perubahan besar pada lawannya jauh lebih awal.

Menurut petarung asal Amerika Serikat itu, titik balik terjadi ketika Topuria gagal mewujudkan prediksinya untuk mengakhiri pertarungan lebih cepat.

"Ketika dia tidak berhasil menyelesaikan pertarungan di ronde kedua, saya rasa itu benar-benar memengaruhi semangatnya," kata Gaethje dalam konferensi pers usai laga.

Gaethje menilai Topuria justru membebani dirinya sendiri dengan berbagai pernyataan percaya diri yang dilontarkan sebelum pertarungan.

"Sekali lagi, saya sudah mengatakannya di konferensi pers sebelumnya. Dia benar-benar memojokkan dirinya sendiri dengan mengatakan bahwa dia akan sangat dominan."

Menurut Gaethje, ketika pertarungan berjalan lebih lama dari yang diperkirakan, tekanan mental mulai menghantui sang juara.

"Saya sudah mengatakannya. Ketika Anda memasuki ronde kedua, Anda akan berpikir, 'Apa-apaan ini?' Dan ketika kita memasuki ronde ketiga, Anda akan berpikir, 'Apa-apaan ini?' Itulah yang saya lakukan malam ini."

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Meski Topuria tampil cukup baik pada dua ronde pertama, momentum pertandingan berubah drastis pada ronde ketiga. Sejak saat itu, Gaethje mulai mengambil alih kendali dan terus memberikan tekanan hingga lawannya tidak mampu melanjutkan duel.

Keberhasilan tersebut menjadi pencapaian spesial bagi Gaethje. Setelah hampir satu dekade berkarier di UFC, ia akhirnya berhasil mewujudkan impiannya menjadi juara dunia.

Halaman Selanjutnya

Sebelumnya, Gaethje sempat dua kali gagal dalam perebutan gelar. Ia kalah dari Khabib Nurmagomedov saat mencoba menyatukan sabuk juara pada 2020, lalu kembali gagal ketika menghadapi Charles Oliveira dalam perebutan gelar kosong pada 2022.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |