VIVA – Kabar kurang menggembirakan datang dari Belanda untuk para pemain diaspora Timnas Indonesia. Aturan baru mengenai gaji minimum pemain non-Uni Eropa berpotensi membuat masa depan sejumlah pemain Garuda di Eredivisie menjadi tanda tanya besar.
Media Belanda Voetbal International melaporkan bahwa klub-klub di Liga Belanda wajib mematuhi kenaikan standar gaji bagi pemain yang berasal dari luar Uni Eropa (UE).
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Mulai musim 2026/2027, setiap pemain non-Uni Eropa harus menerima gaji minimal 630 ribu euro per tahun, atau sekitar Rp12,9 miliar.
Nominal tersebut menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah penerapan aturan pemain non-UE di kompetisi Belanda. Kebijakan ini tentu menjadi tantangan besar, terutama bagi klub-klub papan tengah hingga bawah Eredivisie yang memiliki keterbatasan finansial.
Padahal, sebagian besar pemain diaspora Timnas Indonesia saat ini memperkuat klub-klub dengan anggaran yang tidak sebesar raksasa seperti Ajax, PSV Eindhoven, maupun Feyenoord.
Mengapa Aturan Ini Berlaku?
Kebijakan tersebut merupakan bagian dari aturan ketenagakerjaan di Belanda yang mengatur perekrutan tenaga kerja dari luar Wilayah Ekonomi Eropa (EEA).
Pemerintah Belanda mengharuskan klub memiliki alasan kuat untuk merekrut pemain dari luar Uni Eropa. Salah satu syarat utamanya adalah memberikan gaji di atas rata-rata kompetisi domestik.
Aturan itu lahir dari kesepakatan antara pemerintah Belanda, klub-klub profesional, organisasi pengusaha sepak bola (FBO), serta asosiasi pemain VVCS dan ProProf setelah dampak Putusan Bosman.
Selain harus memenuhi standar kualitas olahraga, pemain non-Uni Eropa juga diwajibkan menerima gaji minimal 1,5 kali rata-rata pendapatan pemain Eredivisie.
Besaran gaji minimum bagi pemain non-Uni Eropa memang terus meningkat dari tahun ke tahun.
Pada awal 2000-an, angka tersebut masih berada di bawah 400 ribu euro per musim. Nilainya kemudian naik menjadi sekitar 530 ribu euro pada 2009.
Musim lalu, batas minimumnya mencapai 608 ribu euro, dan kini kembali melonjak menjadi 630 ribu euro.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Sementara itu, pemain muda berusia 18 hingga 20 tahun mendapat perlakuan khusus. Mereka cukup menerima sekitar 75 persen dari standar tersebut atau sekitar 315 ribu euro per musim.
Kebijakan itu dibuat agar klub tetap memiliki kesempatan merekrut talenta muda dari luar Eropa tanpa terbebani biaya yang terlalu besar.
Halaman Selanjutnya
Pemain Timnas Indonesia Terancam?

2 days ago
6











