Rabu, 29 April 2026 - 20:18 WIB
VIVA – Kanselir Jerman Friedrich Merz melontarkan kritik tajam terhadap Amerika Serikat (AS) terkait perang dengan Iran. Dalam pernyataannya di hadapan mahasiswa di Marsberg, Senin, Merz menilai Washington sedang "dipermalukan" oleh kepemimpinan Teheran karena tidak memiliki strategi keluar yang jelas dari konflik.
Menurut Merz, situasi ini mengingatkan pada kegagalan militer Amerika di masa lalu.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Masalah dengan konflik seperti ini selalu, Anda tidak hanya harus masuk – Anda juga harus keluar lagi. Kita melihat itu dengan sangat menyakitkan di Afghanistan selama 20 tahun. Kita melihatnya di Irak," katanya dilansir Al Jazeera, Rabu.
Merz menilai para pejabat Iran menunjukkan kecakapan diplomasi dan strategi yang tidak diperkirakan sebelumnya.
Ia mengatakan para pejabat Iran "jelas bernegosiasi dengan sangat terampil" dan tampak "jelas lebih kuat dari yang diperkirakan", seraya menambahkan bahwa "seluruh bangsa dipermalukan oleh kepemimpinan Iran", khususnya oleh Korps Garda Revolusi Islam.
Pernyataan itu memperlihatkan kekhawatiran Eropa bahwa konflik yang berlarut justru memperlihatkan kelemahan posisi Washington di mata dunia, sementara Iran dinilai mampu memainkan tekanan militer dan diplomasi secara bersamaan.
Merz mendesak agar perang segera diakhiri, bukan hanya karena pertimbangan geopolitik, tetapi juga karena dampaknya yang sudah terasa pada ekonomi Jerman.
"Saat ini, situasinya cukup rumit," katanya. "Dan ini merugikan kita, sangat banyak uang (hilang). Konflik ini, perang melawan Iran, berdampak langsung pada output ekonomi kita."
Berlin, kata Merz, tetap siap mengerahkan kapal penyapu ranjau untuk membantu mengamankan jalur pelayaran di Selat Hormuz, jalur vital pasokan minyak dunia. Namun, ia menegaskan bahwa langkah itu hanya mungkin dilakukan jika permusuhan dihentikan.
Merz menyampaikan komentar tersebut di tengah meningkatnya kekhawatiran di seluruh Eropa tentang dampak yang lebih luas dari konflik tersebut, termasuk gangguan energi dan ketidakstabilan ekonomi.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Jerman Johann Wadephul memperingatkan bahwa ancaman nuklir terus membentuk lingkungan keamanan, bahkan ketika Berlin menegaskan kembali komitmennya terhadap nonproliferasi.
"Selama ancaman nuklir terhadap kita dan mitra kita terus berlanjut, kita akan membutuhkan pencegahan yang kredibel," katanya sebelum pertemuan di Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Perjanjian Non-Proliferasi Senjata Nuklir.
Halaman Selanjutnya
Prancis dan Jerman baru-baru ini telah berupaya memperdalam kerja sama dalam pencegahan nuklir, yang mencerminkan meningkatnya kecemasan di Eropa atas perang Iran dan ketidakstabilan regional yang lebih luas.

10 hours ago
2



























