Kapal Induk Gadjah Mada 'On the Way', Era TNI AL jadi Blue Water Navy Dimulai

1 week ago 22

Selasa, 1 September 2026 - 01:01 WIB

VIVA - Luas perairan laut Indonesia mencapai sekitar 6,4 juta kilometer persegi jika dihitung secara keseluruhan termasuk Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE).

Rinciannya, total luas perairan 5,9 hingga 6,4 juta km persegi (mencakup laut teritorial, perairan kepulauan, dan ZEE). Lalu, wilayah kedaulatan (Kepulauan + Laut Teritorial) mencapai 3,25 juta km persegi, serta garis pantai yang panjangnya lebih dari 81.290 kilometer.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Hal ini yang menjadi latar belakang ambisi Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) untuk menjadi blue water navy.

VIVA Militer: KSAL Laksamana TNI Muhammad Ali

Sebagai informasi, blue water navy merupakan konsep angkatan laut di mana sebuah negara memiliki kekuatan alat utama sistem persenjataan (alutsista) laut yang besar dan jumlah armada yang maksimal sehingga memungkinkan untuk menjalani operasi militer ke luar wilayah laut negaranya sendiri.

Konsep ini biasa digunakan untuk negara yang ingin membawa armada mengarungi samudera untuk melalukan penyerangan atau invasi.

Nah, untuk menjadi blue water navy dibutuhkan kekuatan armada yang besar sehingga memungkinkan untuk melakukan perjalanan lintas laut.

Salah satu unsur yang diperlukan adalah memiliki kapal induk. Kini, TNI AL sedang menunggu kedatangan Kapal Induk Republik Indonesia atau KRI Gadjah Mada buatan galangan Fincantieri, Italia.

Jika kapal induk yang sebelumnya bernama ITS Giuseppe Garibaldi tersebut datang, maka TNI AL akan mampu menerapkan konsep blue water navy, namun bukan untuk melakukan operasi invasi.

Seperti diketahui, kapal induk selama ini identik dengan kemampuan proyeksi kekuatan atau power projection. ITS Giuseppe Garibaldi (KRI Gadjah Mada) akan menjadi kapal induk pertama yang masuk dalam jajaran TNI AL setelah pemerintah Italia menghibahkannya kepada Indonesia.

Kapal induk tersebut saat ini masih dalam perjalanan menuju Indonesia dan diperkirakan tiba pada 25 September 2026.

"Kami bisa menjadi blue water navy, tapi bukan untuk invasi. Untuk melaksanakan kegiatan diplomasi yang sifatnya goodwill, port visit, misalnya operasi militer selain perang (OMSP), bantuan kemanusiaan, dan itu sangat berfungsi dan bermanfaat," ungkap Kepala Staf TNI AL atau KSAL Laksamana Muhammad Ali.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kapal Induk Thailand Chakri Naruebet dan Kapal Induk Italia Giuseppe Garibaldi.

Kehadiran ITS Giuseppe Garibaldi (KRI Gadjah Mada) menjadi momentum penting bagi Indonesia dalam mengembangkan kemampuan operasi penerbangan laut sekaligus tampil perdana dalam peringatan HUT ke-81 TNI pada 5 Oktober 2026.

Halaman Selanjutnya

Kapal tersebut diproyeksikan mendukung operasi tiga matra sesuai Doktrin Perisai Trisula Nusantara, termasuk pengoperasian helikopter TNI Angkatan Laut, TNI Angkatan Udara, dan TNI Angkatan Darat.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |