Karhutla dan Gelombang Panas Jadi Kombinasi Maut, WMO Beri Peringatan

6 days ago 10

Senin, 7 September 2026 - 19:57 WIB

VIVA - Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) memperingatkan peningkatan polusi akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta gelombang panas berisiko menghambat upaya global memperbaiki kualitas udara serta melindungi kesehatan manusia dan ekosistem.

Dalam Buletin Tahunan Kualitas Udara dan Iklim, Senin, 7 September 2026, badan PBB tersebut menyoroti keterkaitan erat antara perubahan iklim dan polusi udara serta menyerukan kebijakan terpadu untuk menangani kedua masalah tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut laporan itu, kejadian ekstrem berupa asap kebakaran akibat karhutla telah meningkat tiga kali lipat secara global sejak 1990-an. WMO mengutip sebuah studi yang memperkirakan asap kebakaran berkontribusi terhadap hampir 100.000 kematian tambahan setiap tahun selama periode 2010 hingga 2018.

Badan tersebut juga memperingatkan model risiko konvensional yang selama ini digunakan dapat meremehkan angka kematian akibat karhutla hingga 93 persen, karena belum memperhitungkan secara memadai tingkat toksisitas partikel halus PM2.5 dari insiden tersebut.

"Memenuhi pedoman kualitas udara Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) akan semakin sulit, karena cuaca ekstrem yang memicu kebakaran diperkirakan meningkat pada masa mendatang," menurut laporan tersebut, seperti dikutip dari Anadolu Ajansi.

Gelombang panas juga memperburuk polusi ozon di permukaan tanah. Suhu lebih tinggi, udara stagnan, dan paparan sinar Matahari yang intens mendorong pembentukan ozon.

WMO memperkirakan risiko kesehatan akibat ozon akan semakin meningkat dan berpotensi menyebabkan puluhan ribu tambahan angka kematian dini. Buletin tersebut juga menyerukan peningkatan pemantauan terhadap polutan, termasuk karbon hitam dan mikroplastik di atmosfer.

Penanganan Karhutla di Kalbar.

Inalum Perkuat Penanganan Karhutla di Kalbar, Puluhan Relawan Grup MIND ID Padamkan Sekitar Operasional BAI

PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero)  terus memperkuat dukungan terhadap penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah titik di Indonesia.

img_title

VIVA.co.id

7 September 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |