Jakarta, VIVA – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan mulai berdampak hingga ke negara tetangga, Malaysia. Kabut asap yang muncul di tengah tingginya aktivitas kebakaran membuat kualitas udara di sejumlah wilayah Sarawak memburuk.
Dampak kondisi tersebut dirasakan hingga sektor pendidikan. Sebanyak 108 sekolah di wilayah Serian, Sarawak, Malaysia, ditutup sementara setelah Indeks Pencemaran Udara (API) di kawasan tersebut mencapai level yang melewati ambang batas.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Penutupan sekolah dilakukan sebagai langkah untuk melindungi siswa dan tenaga pendidikan dari paparan udara yang tidak sehat. Selama sekolah ditutup, kegiatan belajar mengajar dialihkan melalui Pembelajaran dan Pengajaran Berbasis Rumah (PdPR).
108 Sekolah di Serian Ditutup
Komite Manajemen Bencana Negara Bagian Sarawak (JPBN) menyatakan 108 sekolah di wilayah Serian ditutup sementara akibat kondisi kualitas udara.
Berdasarkan Rencana Aksi Kabut Nasional yang berada di bawah kewenangan direktur Departemen Pendidikan Negara Bagian Sarawak, sekolah, taman kanak-kanak, dan tempat penitipan anak akan segera ditutup ketika API mencapai angka 200.
"Berdasarkan Rencana Aksi Kabut Nasional, yang berada di bawah yurisdiksi direktur Departemen Pendidikan Negara Bagian Sarawak, sekolah, taman kanak-kanak, dan tempat penitipan anak akan segera ditutup begitu API mencapai 200," kata JPBN Sarawak dalam pernyataannya.
Kegiatan pembelajaran kemudian dilakukan dari rumah agar proses pendidikan siswa tetap berlangsung meskipun aktivitas tatap muka dihentikan sementara.
Dua Wilayah Sarawak Masuk Kategori Sangat Tidak Sehat
Kualitas udara di Sarawak menunjukkan tren memburuk sejak awal Agustus. JPBN Sarawak mencatat adanya peningkatan pembacaan API sejak 1 Agustus.
Hingga pukul 16.00 waktu setempat pada Kamis, 20 Agustus 2026, terdapat dua wilayah yang mencatat kualitas udara dalam kategori sangat tidak sehat.
Wilayah tersebut yakni Tebedu dengan pembacaan API 212 dan Serian dengan API 202.
Selain dua wilayah tersebut, terdapat 11 wilayah lainnya yang masuk kategori tidak sehat, yakni:
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
- Kuching
- Samarahan
- Sri Aman
- Sarikei
- Sibu
- Bintulu
- Samalaju
- Miri
- Lundu
- Lubok Antu
- Lawas
Adapun kategori API di Malaysia menunjukkan tingkat kualitas udara berdasarkan rentang angka. API 0 hingga 50 berada dalam kategori baik, 51 hingga 100 sedang, 101 hingga 200 tidak sehat, 201 hingga 300 sangat tidak sehat, sedangkan angka di atas 300 masuk kategori berbahaya.
Halaman Selanjutnya
Dengan kondisi tersebut, masyarakat diminta mengurangi aktivitas di luar ruangan, terutama ketika kualitas udara berada pada kategori tidak sehat atau lebih tinggi.

3 weeks ago
10













