Kasus ISPA Naik Tajam hingga 78 Persen Buntut Karhutla, Kemenkes Kerahkan 314 Tenaga Kesehatan

4 hours ago 2

Senin, 24 Agustus 2026 - 03:00 WIB

Jakarta, VIVA – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai berdampak terhadap kesehatan masyarakat. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat lonjakan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di sejumlah wilayah dan mengerahkan ratusan tenaga kesehatan untuk menghadapi dampaknya.

Sebanyak 314 tenaga medis dan tenaga kesehatan dikerahkan ke tujuh provinsi yang terdampak karhutla. Dokter, perawat, bidan, hingga epidemiolog ditempatkan terutama di wilayah Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Sebagai upaya mitigasi kesehatan akibat karhutla, kami telah memobilisasi sejumlah 314 tenaga kesehatan yang terdiri dari dokter, perawat, bidan, dan epidemiolog dengan konsentrasi utama di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan," kata Kepala Pusat Krisis Kesehatan Agus Jamaludin dikutip Senin, 24 Agustus 2026.

Kemenkes menyebut lebih dari 3 juta warga di 37 kabupaten/kota telah terpapar langsung kabut asap karhutla.

Berdasarkan data per Jumat, 21 Agustus 2026, karhutla melanda tujuh provinsi, yakni Jambi, Riau, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur.

Enam provinsi di antaranya telah menetapkan status siaga darurat bencana. Kondisi tersebut terjadi di tengah kemarau panjang yang berlangsung sejak awal 2026.

Dampak kesehatan mulai terlihat dari meningkatnya kasus ISPA di sejumlah daerah. Di Kalimantan Tengah, misalnya, jumlah kasus ISPA melonjak dari 402 kasus menjadi 716 kasus hanya dalam waktu satu pekan. Angka tersebut menunjukkan peningkatan sebesar 78,1 persen.

Sementara di Kalimantan Barat, lebih dari 151 ribu kasus ISPA tercatat sejak Januari 2026. Lonjakan kasus paling tinggi dilaporkan terjadi di Pontianak, Kubu Raya, dan Mempawah.

Keluhan kesehatan serupa, termasuk asma dan iritasi, juga dilaporkan terjadi di Riau dan Kalimantan Selatan. Meski kasus gangguan pernapasan meningkat, hingga saat ini belum ada laporan korban jiwa akibat bencana asap tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kemenkes tidak hanya mengirim tenaga kesehatan. Pemerintah juga memperkuat penanganan dengan mendistribusikan berbagai perlengkapan medis dan obat-obatan ke wilayah terdampak.

Total logistik yang telah disalurkan meliputi 278.940 masker, 56 unit Oxygen Concentrator (OC), 40 face shield, 1.000 pasang sarung tangan medis (handscoon), 36 tabung Oxycan, delapan set alat pelindung diri (APD), 33 dus pemberian makanan tambahan (PMT), serta obat-obatan dan vitamin.

Halaman Selanjutnya

Di sejumlah wilayah yang dianggap rawan, seperti Kabupaten Barito Utara, Barito Timur, dan Kota Palangkaraya, pemerintah juga mendirikan pos kesehatan dan ruang oksigen.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |