VIVA – Ruben Onsu akhirnya dapat menghela napas lega setelah persoalan hukum yang menjeratnya terkait dugaan tindak pidana penipuan dan penggelapan menemukan titik terang. Kasus tersebut kini berakhir melalui jalur perdamaian setelah kewajiban senilai Rp3,5 miliar diselesaikan kepada pihak pelapor.
Utang tersebut diketahui telah dilunasi oleh Jhon LBF, pengacara sekaligus sahabat Ruben Onsu. Penyelesaian itu menjadi bagian dari proses perdamaian yang ditempuh untuk mengakhiri persoalan hukum yang sebelumnya sempat menjadi perhatian publik.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Ditemui setelah proses perdamaian di kawasan Wijaya, Jakarta Selatan, Ruben Onsu mengungkapkan bahwa dirinya sebelumnya memang berupaya mendapatkan dana untuk menyelesaikan kewajiban tersebut. Salah satu langkah yang ditempuh adalah menjual sejumlah aset berharga yang dimilikinya.
Namun, proses penjualan aset dalam kondisi yang serba terbatas ternyata tidak semudah yang dibayangkan. Ruben Onsu mengatakan, apabila aset tersebut dapat terjual lebih cepat, persoalan yang dihadapinya kemungkinan tidak akan berlangsung panjang.
"Itu kan memang sudah saya sampaikan sebelumnya. Seandainya memang aset yang saya jual itu bisa segera terealisasi, harusnya tidak seperti ini (berlarut-larut)," ujar Ruben Onsu, dikutip Selasa 1 September 2026.
Di tengah persoalan yang dihadapinya, Ruben Onsu tampaknya memilih untuk tidak memperpanjang masalah dengan menyalahkan pihak tertentu. Presenter tersebut justru berusaha menerima keadaan dan melihat kejadian yang dialaminya sebagai bagian dari perjalanan hidup.
Baginya, setiap peristiwa sudah berada dalam ketentuan Tuhan. Sikap tersebut membuat Ruben Onsu berusaha tetap tenang meski persoalan hukum yang dihadapi sempat memberikan tekanan tersendiri.
"Tapi kan Allah sudah atur nih ya. Makanya yang saya bilang dalam posisi yang seperti sekarang ini, saya tidak mau menyalahkan siapapun," ungkapnya.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Penyelesaian kasus melalui perdamaian tersebut pun menjadi momen penting bagi Ruben Onsu. Selain terbebas dari persoalan yang menguras pikiran, ia juga mendapatkan pengalaman baru dalam menghadapi urusan bisnis dan kerja sama.
Kasus dugaan penipuan dan penggelapan yang menyeret namanya diakui Ruben Onsu sebagai pengalaman yang cukup berat. Persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan kewajiban finansial, tetapi juga menyangkut reputasi yang selama ini dibangunnya di dunia hiburan dan bisnis.
Halaman Selanjutnya
Ruben Onsu menyadari bahwa setiap kerja sama bisnis memiliki risiko yang harus diperhitungkan secara matang. Karena itu, kejadian tersebut menjadi pengingat agar dirinya lebih berhati-hati sebelum kembali mengambil keputusan dalam urusan bisnis.

1 week ago
10













