Bandung, VIVA – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menginstruksikan penutupan sementara gunung untuk aktivitas pendakian, seiring luas lahan dan hutan di Jawa Barat yang terbakar meningkat dari 196,40 hektar menjadi 228,07 hektar dalam sepekan terakhir.
KDM, panggilan akrab Dedi Mulyadi meminta pengelola kawasan pegunungan untuk menutup sementara kawasan bagi aktivitas pendakian demi mencegah kebakaran terus meluas di pegunungan selama musim kemarau.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
KDM khawatir api yang dinyalakan para pendaki akan memicu kebakaran lahan. Begitu juga puntung rokok yang dibuang pendaki dapat memicu kebakaran.
"Pendakian gunung untuk sementara ditutup dulu karena khawatir para pendaki nanti menyalakan api," kata KDM.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jabar, luas lahan dan hutan di provinsi itu yang terbakar hingga Senin 31 Agustus seluas 228,07 hektar (ha).
Kebakaran tersebut terjadi di 178 desa dan kelurahan di 107 kecamatan di seluruh Jawa Barat.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Di berbagai daerah itu, ada 156 kejadian kebakaran. Tiga kabupaten/kota yang paling banyak terjadi kebakaran ialah Kabupaten Sumedang (21 kejadian), Kabupaten Majalengka (17 kejadian), dan Kabupaten Bandung (16 kejadian).
"Berdasarkan luas lahan, kebakaran terluas terjadi di Kabupaten Sukabumi mencapai 49,20 hektar, Kabupaten Majalengka 26,16 hektar, dan Kabupaten Bandung 24,80 hektar," kata Pranata Humas Ahli Muda BPBD Jabar Hadi Rahmat Hardjasasmita di lokasi lainnya.
Update Dampak Erupsi Gunung Sinabung: 55 Penerbangan di Bandara Kualanamu Dibatalkan dan 6 Penyesuaian
PT Angkasa Pura Aviasi melaporkan 55 penerbangan dari dan ke Bandara Kualanamu dibatalkan, 6 penerbangan penyesuaian waktu, dan 11 penerbangan delay imbas erupsi Sinabung
VIVA.co.id
1 September 2026

1 week ago
10













