Kekuasaan Super Jenderal Besar Asim Munir: Kebal Hukum hingga Penguasa Nuklir

3 hours ago 2

Senin, 24 Agustus 2026 - 04:04 WIB

VIVA – Pakistan resmi memperluas peran dan wewenang Kepala Staf Angkatan Pertahanan (Chief of Defence Forces/CDF) Jenderal Besar Asim Munir melalui dua undang-undang baru yang disahkan pada 20 Agustus 2026.

Aturan atau beleid yang dimaksud adalah Undang-Undang Angkatan Pertahanan Tahun 2026 dan Undang-Undang Otoritas Komando Nasional Tahun 2010 yang telah diamandemen, seperti dikutip dari Russia Today.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Undang-Undang Angkatan Pertahanan mengizinkan kepala staf angkatan pertahanan (CDF) menjalankan wewenang dan fungsi yang diperlukan untuk “integrasi multidomain, kohesi operasional, koordinasi dan pengawasan semua hal yang memiliki implikasi gabungan, tiga matra angkatan, dan strategis bagi angkatan bersenjata dan keamanan nasional Pakistan.

Hal ini otomatis memberi Asim Munir wewenang untuk mempensiunkan, memberhentikan, menerima atau menolak pengunduran diri, atau mempertahankan dalam jabatan, siapa pun – kecuali untuk jabatan di mana pengangkatan dilakukan oleh presiden atas saran perdana menteri, seperti jabatan kepala staf angkatan darat, angkatan laut, dan angkatan udara.

Ia juga dapat melonggarkan batasan usia atau masa kerja untuk pensiun bagi personel militer. Konstitusi Pakistan mensyaratkan bahwa kepala staf Angkatan pertahanan (CDF) juga harus merangkap kepala staf angkatan darat (KSAD/Chief of Army Staff atau COAS) – hal yang dianggap sebagai peran paling berpengaruh di Pakistan.

Bukan itu saja. CDF juga merupakan penasihat militer senior untuk komando nuklir Pakistan. Perubahan organisasi militer terbaru ini memberi Asim Munir pengaruh sangat besar atas karier para perwira militer di tiga matra angkatan.

Dengan menjadikan CDF sebagai penasihat militer senior perdana menteri, maka undang-undang tersebut juga memperkuat peran kepemimpinan militer dalam pengambilan keputusan.

Undang-undang ini sekaligus memberinya kekebalan dari penangkapan atau penuntutan terkait tindakan resmi atau pribadi yang terkait dengan masa jabatan dan pangkatnya.

Asim Munir dipromosikan menjadi Marsekal Lapangan (bintang lima, di Indonesia sebutannya Jenderal Besar) pada 20 Mei 2025.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dengan begitu, menjadikannya orang kedua dalam sejarah Pakistan yang mencapai pangkat tersebut setelah Ayub Khan. Ia juga berpengalaman di dunia intelijen.

Ketika berpangkat Mayor Jenderal, ia menjabat direktur jenderal Korps Intelijen Militer AD (MI) Periode Desember 2016 - Oktober 2018. Di Indonesia, setara Pusat Intelijen TNI Angkatan Darat (Pusintelad).

Halaman Selanjutnya

Kemudian, pangkatnya naik satu tingkat menjadi Letnan Jenderal ketika menduduki kursi direktur jenderal Badan Intelijen Utama (Inter-Services Intelligence/ISI) untuk Periode 25 Oktober 2018 - 16 Juni 2019.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |