Kemenhub Pastikan Penerbangan di Bandara Kualanamu Sudah Kembali Normal Pascaerupsi Sinabung

1 week ago 20

Jumat, 4 September 2026 - 09:42 WIB

Jakarta, VIVA – Kementerian Perhubungan memastikan operasional penerbangan Bandara Internasional Kualanamu kembali berjalan normal, usai erupsi Gunung Sinabung di Provinsi Sumatera Utara.

Kepastian soal normalnya operasional di Bandara Internasional Kualanamu itu, disampaikan Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub, Lukman F. Laisa, seiring tidak ditemukannya lagi abu vulkanik di bandara tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Operasional penerbangan di Bandar Udara Internasional Kualanamu berjalan normal," kata Lukman dalam keterangannya, dikutip Jumat, 4 September 2026.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Lukman F. Laisa.

Dia menyampaikan hasil pemantauan sejak Rabu, 2 September 2026, tidak terdeteksi adanya abu vulkanik di Bandar Udara Internasional Kualanamu. Hal itu dibuktikan dengan tidak ditemukan abu vulkanik pada kertas uji.

"Pemantauan abu vulkanik menggunakan paper test dilaksanakan di Bandar Udara Internasional Kualanamu pada pukul 08.00 hingga 16.00 WIB," ujar Lukman.

Meski demikian, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub terus melakukan pemantauan dan koordinasi terhadap perkembangan aktivitas Gunung Sinabung, serta potensi dampak sebaran abu vulkanik terhadap operasional penerbangan khususnya di Bandar Udara Internasional Kualanamu.

Lukman menjelaskan, berdasarkan SIGMET (Significant Meteorological Information) yang bersumber dari Volcanic Ash Advisory Centre (VAAC) Darwin, pada 2 September 2026 terpantau aktivitas erupsi Gunung Sinabung dengan sebaran awan abu vulkanik yang teramati hingga ketinggian 14.000 kaki.

"Bergerak ke arah barat daya dengan kecepatan sekitar 5 knot, dengan intensitas yang diprakirakan tetap atau tidak mengalami perubahan signifikan," ujarnya.

Informasi SIGMET tersebut berlaku pada pukul 12.00 hingga 18.00 WIB tanggal 2 September 2026. Kondisi tersebut menjadi perhatian dalam pemantauan keselamatan penerbangan, khususnya terhadap kemungkinan perubahan arah dan kecepatan angin yang dapat mempengaruhi pola pergerakan abu vulkanik serta berpotensi berdampak terhadap jalur penerbangan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara memperoleh informasi perkembangan aktivitas gunung berapi antara lain dari VAAC Darwin dan Forecaster Stasiun Meteorologi, yang selanjutnya menjadi bahan dalam koordinasi dan pengambilan langkah mitigasi bersama penyelenggara bandar udara, maskapai penerbangan, serta pemangku kepentingan terkait.

Diketahui, berdasarkan hasil pemantauan, pada tanggal 1 September 2026 terdeteksi adanya abu vulkanik tipis pada area parkir pesawat di Bandar Udara Internasional Kualanamu. Sebagai langkah antisipasi operasional penerbangan di Bandar Udara Internasional Kualanamu sempat dilakukan penutupan pada hari Selasa 1 September 2026 berdasarkan NOTAM A3250/26.

Halaman Selanjutnya

Operasional bandar udara kembali dibuka berdasarkan NOTAM A3254/26 NOTAM A3251/26, dengan tetap memperhatikan hasil pemeriksaan kondisi aerodrome dan perkembangan informasi abu vulkanik.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |