Kementan Pacu Inovasi Pemulia Tanaman Agar Lebih Cepat Hasilkan Benih Berkualitas

1 week ago 3

Kamis, 3 September 2026 - 14:59 WIB

Jakarta, VIVA – Kementerian Pertanian melalui Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian (PVTPP), memperkuat pendampingan kepada pelaku usaha, pemulia tanaman, dan akademisi, melalui kegiatan Coaching Clinic Pelepasan Varietas Tanaman dan Pendaftaran Varietas Hortikultura di Malang, Jawa Timur.

Kepala Pusat PVTPP, Indra Zakariya Rayusman mengatakan, kegiatan tersebut digelar untuk membantu para pemangku kepentingan, menghadapi perubahan regulasi perizinan berbasis risiko.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Khususnya menyusul penerapan PP Nomor 28 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko dan penyesuaian KBLI 2025," kata Indra dalam keterangannya, Kamis, 3 September 2026.

Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian (PVTPP) Kementan

Dia menjelaskan, masa transisi dari KBLI 2020 menuju KBLI 2025, masih menimbulkan sejumlah kendala teknis dan administratif.

Persoalannya antara lain berupa ketidaksesuaian pemetaan kode KBLI lama pada akta perusahaan, perubahan kategori tingkat risiko usaha yang berdampak pada dokumen lingkungan, hingga proses verifikasi yang tertunda akibat sinkronisasi sistem.

“Coaching clinic ini kami selenggarakan khusus untuk memberikan pemahaman menyeluruh serta pendampingan langsung. Varietas unggul merupakan fondasi utama mewujudkan ketahanan dan kedaulatan pangan nasional,” ujarnya.

Indra menambahkan, efisiensi dan kepastian hukum dalam proses pelepasan varietas menjadi penting.

"Agar inovasi para pemulia tanaman dapat lebih cepat menghasilkan benih berkualitas yang tersedia bagi masyarakat," ujarnya.

Direktur Perbenihan Tanaman Pangan, Ladiani Retno Widowati menilai, pembaruan varietas menjadi kebutuhan penting di tengah perubahan iklim dan dinamika ekosistem.

Varietas yang telah beredar lebih dari 10 tahun, kata Retno, perlu dievaluasi karena dapat mengalami penurunan ketahanan terhadap Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) maupun perubahan karakter.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Adanya perubahan iklim, pemanasan global, dan dinamika ekosistem menuntut hadirnya varietas baru yang lebih adaptif dan memiliki produktivitas tinggi,” kata Retno.

"Kementan terus mendorong penggunaan benih bersertifikat sekaligus mempercepat pelepasan varietas yang memiliki keunggulan nyata dari sisi produktivitas maupun adaptasi," ujarnya.

Mentan Amran.

Kementan Minta Tambah Anggaran Rp5 Triliun untuk Kesejahteraan Petani hingga Daya Saing Ekspor

Mentan mengusulkan tambahan anggaran Rp5 triliun untuk memperkuat sektor perkebunan strategis pada 2027 guna mendukung kesejahteraan petani, serta daya saing ekspor.

img_title

VIVA.co.id

2 September 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |