VIVA – Di tengah ancaman krisis pangan global akibat dinamika geopolitik, pupuk hayati semakin diperkenalkan sebagai solusi untuk mendukung ketahanan pangan nasional dan mengurangi ketergantungan terhadap impor.
Inovasi ini, termasuk produk pupuk hayati cair berbahan tumbuhan, Pureplant yang dikembangkan Indoraya Mitra Persada 168 dan PT Intani Bumi Lestari, dihadirkan untuk meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus memperbaiki kualitas tanah secara berkelanjutan.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Secara umum, pupuk hayati terbagi menjadi dua jenis berdasarkan kandungan mikroorganismenya, yaitu pupuk dengan mikroorganisme tunggal dan pupuk dengan mikroorganisme majemuk. Pupuk dengan mikroorganisme tunggal hanya mengandung satu jenis mikroba, seperti Rhizobium yang berfungsi sebagai penambat nitrogen. Sementara itu, pupuk majemuk mengandung lebih dari tiga jenis mikroorganisme yang bekerja secara bersinergi dalam meningkatkan kesuburan tanah.
Selain itu, pupuk hayati juga dibedakan berdasarkan bentuknya, yakni cair dan padat. Pupuk cair umumnya digunakan secara praktis dalam aplikasi lapangan, sedangkan pupuk padat berbentuk tepung digunakan untuk kebutuhan tertentu sesuai kondisi lahan.
Direktur Utama PT Indoraya Mitra Persada 168, Pamrihadi, menyatakan bahwa pengembangan pupuk hayati merupakan bagian dari upaya memperkuat ekosistem pertanian nasional sekaligus mendukung program swasembada pangan pemerintah.
“Kami mendukung program swasembada pangan melalui penyediaan pupuk hayati sebagai bagian penting dalam ekosistem pertanian nasional,” ujar Pamrihadi dalam keterangan tertulis, Kamis (30/4/2026).
Dari sisi manfaat, pupuk hayati memiliki sejumlah fungsi utama, salah satunya meningkatkan ketersediaan unsur hara di dalam tanah. Mikroorganisme yang terkandung di dalamnya mampu menghasilkan senyawa yang membantu melarutkan unsur hara, memfiksasi nutrisi dari udara, serta memecah ikatan yang membuat unsur hara sulit diserap tanaman.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Selain itu, pupuk hayati juga berperan sebagai pembenah tanah. Mengacu pada Peraturan Menteri Pertanian Nomor 2 Tahun 2006, pupuk hayati dapat memperbaiki kesuburan tanah melalui proses penguraian bahan organik sehingga unsur hara makro dan mikro lebih mudah diserap oleh tanaman.
Manfaat lainnya adalah meningkatkan produktivitas lahan secara berkelanjutan. Dengan kondisi tanah yang lebih sehat, kebutuhan nutrisi tanaman dapat terpenuhi dengan lebih optimal sehingga pertumbuhan tanaman menjadi lebih baik.
Halaman Selanjutnya
Pupuk hayati juga diketahui mampu menekan pertumbuhan organisme patogen di dalam tanah. Mikroorganisme baik akan berkompetisi dengan organisme merugikan, sehingga risiko serangan penyakit tanaman dapat berkurang tanpa menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan.

1 day ago
1



























