Kenapa Aliran Urine Pria Melemah Setelah Usia 40 Tahun, Bahayakah?

2 weeks ago 22

Senin, 31 Agustus 2026 - 00:20 WIB

VIVA –Pernahkah kamu memperhatikan aliran urine saat buang air kecil? Salah satu keluhan yang cukup sering dialami pria, terutama mereka yang berusia 40 tahun ke atas, adalah aliran urine yang terasa semakin lambat atau lemah.

Lantas apa penyebabnya? Melansir laman urohealthpartners, Senin 31 Agustus 2026, aliran urine yang lemah atau lambat berarti pancaran urine tidak sekuat biasanya dan waktu yang dibutuhkan untuk mengosongkan kandung kemih menjadi lebih lama.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ada sejumlah faktor yang dapat menyebabkan kondisi ini. Beberapa penyebab yang paling umum antara lain:

1. Masalah Prostat

Salah satu penyebab paling umum aliran urine melemah adalah pembesaran prostat. Masalah prostat terutama sering terjadi pada pria berusia di atas 45 tahun. Prostat merupakan kelenjar yang menjadi bagian dari sistem reproduksi pria. Kelenjar ini memiliki beberapa fungsi, salah satunya menghasilkan cairan mani yang menjadi bagian dari air mani. Prostat juga berperan penting dalam produksi hormon pria.

Kelenjar prostat berada tepat di bawah kandung kemih dan ikut membantu mengatur aliran urine. Ketika prostat membesar, saluran urine dapat tertekan sehingga aliran urine menjadi lebih lambat atau lemah. Ada beberapa gangguan yang dapat memengaruhi prostat dan kemudian menyebabkan aliran urine menjadi lambat atau lemah, di antaranya:

  •  Prostatitis

Prostatitis adalah kondisi ketika kelenjar prostat mengalami pembengkakan atau peradangan. Kondisi ini paling sering dialami pria berusia di bawah 50 tahun.

Prostatitis akut merupakan peradangan prostat yang terjadi secara tiba-tiba. Kondisi ini biasanya disebabkan oleh infeksi bakteri. Gejalanya dapat muncul secara mendadak dan umumnya dapat membaik setelah mendapat pengobatan antibiotik yang tepat.

  • Pembesaran prostat

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam istilah medis, pembesaran prostat dikenal sebagai benign prostatic hyperplasia (BPH). Kondisi ini lebih sering terjadi pada pria lanjut usia, terutama mereka yang berusia di atas 50 tahun.

Pembesaran biasanya terjadi pada bagian tertentu dari prostat yang disebut zona transisi. Ketika prostat membesar, jaringan prostat dapat menekan uretra, yaitu saluran yang membawa urine keluar dari tubuh. Akibatnya, aliran urine menjadi terhambat dan kandung kemih tidak dapat mengosongkan urine secara optimal.

Halaman Selanjutnya

Jika kondisi ini berlangsung terus-menerus, otot kandung kemih dapat melemah sehingga aliran urine menjadi semakin lambat dan lemah.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |