Kenapa Gol Jude Bellingham di Laga Norwegia Vs Inggris Tetap Sah?

3 days ago 10

Minggu, 12 Juli 2026 - 08:27 WIB

VIVA – Kemenangan dramatis Inggris atas Norwegia pada babak perempat final Piala Dunia 2026 ternyata menyisakan kontroversi. Gol penyama kedudukan yang dicetak Jude Bellingham menjadi sorotan karena diprotes keras kubu Norwegia.

Laga yang berlangsung di Miami itu berakhir dengan kemenangan Inggris 2-1 lewat babak perpanjangan waktu. Namun, perdebatan justru muncul dari gol pertama Bellingham yang lahir menjelang turun minum.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Saat itu, kiper Norwegia Orjan Nyland mengirim tendangan gawang ke depan. Sejumlah pemain Norwegia meyakini bola sempat mengenai kabel penyangga kamera (Skycam) yang membentang di atas lapangan.

Bola kemudian dikuasai Inggris. Beberapa saat berselang, Jude Bellingham sukses menjebol gawang Nyland untuk menyamakan kedudukan menjadi 1-1.

Pemain Norwegia langsung mengerubungi wasit Szymon Marciniak. Pelatih Stale Solbakken juga terlihat melayangkan protes karena menilai pertandingan seharusnya dihentikan apabila bola benar-benar menyentuh kabel.

Sesuai Laws of the Game, pertandingan memang harus dihentikan apabila bola mengenai benda asing, termasuk kabel kamera di atas lapangan. Laga kemudian seharusnya dilanjutkan dengan dropped ball.

Kontroversi itu pun ramai dibahas di media sosial. Banyak tayangan ulang yang membuat publik bertanya-tanya apakah bola benar-benar mengenai kabel sebelum gol Inggris tercipta.

Menanggapi polemik tersebut, FIFA akhirnya memberikan penjelasan resmi. Badan sepak bola dunia itu memastikan tidak ada bukti bola menyentuh kabel Skycam sebelum gol Bellingham terjadi.

"Sensor pada Connected Ball tidak menunjukkan adanya lonjakan data ketika bola berada di udara. Karena itu, tidak ada bukti bola menyentuh kabel di atas lapangan atau mengubah arah pergerakannya," tulis FIFA dalam penjelasan resminya.

Pada Piala Dunia 2026, bola resmi pertandingan memang telah dilengkapi teknologi Connected Ball Technology (CBT). Sensor di dalam bola mengirimkan data hingga 500 kali per detik kepada sistem VAR untuk mendeteksi setiap sentuhan secara akurat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Teknologi tersebut selama ini digunakan untuk membantu keputusan offside semiautomatis, tetapi juga mampu mendeteksi apakah bola mengenai pemain maupun objek lain di sekitar lapangan.

Drama pertandingan belum berhenti sampai di situ. Norwegia sempat mencetak gol kedua pada babak kedua, tetapi dianulir VAR setelah Erling Haaland dinilai melakukan pelanggaran dalam proses terjadinya gol.

Halaman Selanjutnya

Inggris akhirnya memastikan kemenangan pada babak tambahan waktu. Jude Bellingham kembali mencatatkan namanya di papan skor setelah memanfaatkan kesalahan fatal Orjan Nyland.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |