Kenapa Orang Lebih Rela Cicil HP Flagship daripada Membeli Sesuai Kemampuan? Ada Faktor Status Sosial di Baliknya

1 week ago 21

Sabtu, 5 September 2026 - 01:02 WIB

VIVA – Pernah melihat seseorang menggunakan smartphone flagship terbaru, tetapi ternyata membelinya dengan cicilan panjang? Fenomena seperti ini cukup mudah ditemui. Di satu sisi, membeli ponsel sesuai kemampuan finansial dianggap lebih masuk akal. Namun di sisi lain, sebagian konsumen justru memilih perangkat premium meski harus mengalokasikan penghasilan setiap bulan untuk membayarnya.

Pertanyaannya, mengapa?

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Jawabannya ternyata tidak selalu berkaitan dengan spesifikasi atau kebutuhan teknologi. Ada faktor psikologis dan sosial yang ikut bermain, termasuk keinginan untuk menunjukkan identitas, mengikuti lingkungan, hingga memperoleh pengakuan.

HP Bukan Lagi Sekadar Alat Komunikasi

Smartphone kini memiliki posisi yang jauh lebih penting dibandingkan sekadar perangkat untuk menelepon dan berkirim pesan. Ponsel digunakan untuk bekerja, bertransaksi, membuat konten, mengakses media sosial, hingga membangun personal branding.

Pew Research Center, dikutip VIVA Sabtu, 5 September 2026, menemukan bahwa penggunaan smartphone dan internet memiliki keterkaitan dengan faktor usia, pendidikan, serta pendapatan. Dalam berbagai negara yang diteliti, kelompok berpendapatan dan berpendidikan lebih tinggi cenderung memiliki tingkat kepemilikan smartphone yang lebih tinggi.

Kondisi tersebut membuat smartphone tertentu bisa menjadi lebih dari sekadar perangkat teknologi. Merek dan model yang digunakan dapat ikut menjadi bagian dari bagaimana seseorang ingin dilihat oleh lingkungannya.

Ada yang Namanya Konsumsi untuk Status

Dalam ilmu perilaku konsumen, fenomena membeli barang mahal untuk memperoleh atau menunjukkan status sosial dikenal sebagai conspicuous consumption atau konsumsi mencolok.

Sebuah meta-analisis yang meninjau 59 penelitian menemukan bahwa konsumsi semacam ini berkaitan dengan berbagai faktor, termasuk keinginan mendapatkan akses ke kelompok elite, kebutuhan akan keunikan, kebanggaan, serta persepsi bahwa seseorang memiliki status yang lebih tinggi.

Artinya, seseorang bisa saja membeli produk mahal bukan semata-mata karena fitur yang dibutuhkan. Ada kemungkinan produk tersebut juga memberikan nilai simbolis.

Dalam konteks smartphone, logo merek, desain, kamera, atau model terbaru dapat menjadi sinyal yang mudah terlihat ketika digunakan di tempat umum maupun dibagikan melalui media sosial.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Media Sosial Membuat Status Semakin Mudah Terlihat

Dulu, orang mungkin hanya mengetahui seseorang memiliki HP mahal ketika melihatnya secara langsung. Sekarang, smartphone justru menjadi bagian dari kehidupan digital.

Halaman Selanjutnya

Foto, video, unggahan Instagram, konten TikTok, hingga aktivitas pekerjaan dapat memperlihatkan perangkat yang digunakan seseorang. Penelitian mengenai konsumsi mencolok di era digital juga menunjukkan bahwa faktor sosial dan psikologis semakin berperan dalam keputusan konsumsi.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |