Jakarta, VIVA – Dampak ketidakpastian regulasi dan perizinan pertambangan di Kalimantan dan wilayah lainnya semakin parah dirasakan masyarakat. Tak hanya pekerja tambang yang menjadi korban pemutusan hubungan kerja (PHK), aktivitas tambang yang lambat bahkan terhenti membuat ekonomi masyarakat lumpuh.
Hasbi, salah seorang tokoh masyarakat di Kutai Kartanegara, mengakui keputusan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), melakukan penghentian Izin Usaha Pertambangan (IUP) batu bara di Kalimantan dan wilayah lainnya sejak Januari 2022 mulai dirasakan dampak buruknya oleh masyarakat.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Masyarakat yang menyandarkan hidupnya pada tambang tak bisa melakukan aktivitas ekonomi begitu IUP tak dikeluarkan pemerintah. “Kalau pertambangan terganggu, masyarakat juga ikut merasakan,” kata Hasbi.
Padahal, sektor pertambangan batu bara menjadi pilar utama yang menopang pertumbuhan ekonomi di Kalimantan. Sebagian besar PDRB dan penyerapan terbesar lapangan kerja berasal dari sektor ini. Sejak izin tambang dicabut, praktis aktivitas ekonomi masyarakat ambruk.
Forum Komunikasi IUP-IKN (Ibu Kota Nusantara) sebelumnya menyatakan bahwa sekitar 15.080 pekerja tambang di wilayah lingkar IKN berpotensi terdampak apabila ketidakpastian perpanjangan IUP terus berlangsung.
Hingga semester pertama saja, sekitar 1.070 pekerja telah terdampak sejak awal 2026. Jika turut memperhitungkan anggota keluarga yang menjadi tanggungan pekerja, jumlah masyarakat yang berpotensi terkena dampak diperkirakan mencapai 50.000 hingga 60.000 jiwa.
Di sejumlah wilayah, dampak perlambatan aktivitas tambang mulai terlihat pada sektor ekonomi pendukung. Usaha warung makan, laundry, bengkel, katering, hingga transportasi disebut ikut mengalami penurunan aktivitas ketika produksi tambang dikurangi.
Hasbi mengatakan, persoalan utama krisis tambang batu bara adalah pada ketidakpastian proses perizinan. Pemerintah, kata dia, tidak hanya mencabut IUP, tapi juga menambahkan mekanisme perizinan baru setelah wilayah konsesi masuk dalam kawasan yang berkaitan dengan IKN.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Situasi ini sempat membuat para pekerja tambang menggunakan simbol bendera putih untuk menggambarkan kondisi ketidakpastian keberlanjutan pekerjaan.
“Kita sudah tidak kuat lagi. Harus menunggu sampai berapa lama sampai pemerintah mulai melihat bahwa ancaman PHK ini nyata. Yang dipertaruhkan bukan hanya keberlangsungan perusahaan, tetapi kehidupan puluhan ribu masyarakat yang menggantungkan hidupnya dari aktivitas tambang. Kalau tambang berhenti, dapur masyarakat juga ikut berhenti,” kata Rudi Setia, salah seorang pekerja tambang.
Gerak Cepat Tangani Karhutla Kalimantan, Kinerja Kapolri Dinilai Perkuat Pemerintahan Prabowo-Gibran
Analis politik dan hukum, Boni Hargens menilai langkah Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan jajarannya menangani karhutla di Kalimantan patut diapresiasi.
VIVA.co.id
23 Agustus 2026

5 hours ago
3
















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9310865/original/081850900_1785378315-cropped-2d7f636b-2380-40cc-a881-ea61c56069f5.jpg)

