Kick Off di UTB, SMK Go Global Jadi Senjata Pemerintah Entaskan Pengangguran Lewat Bursa Kerja Dunia

1 week ago 22

Jumat, 4 September 2026 - 21:55 WIB

Jakarta, VIVA – Pemerintah terus memacu kesiapan calon pekerja migran Indonesia (CPMI) untuk menembus pasar kerja internasional melalui program prioritas 'SMK Go Global'. 

Program yang bertujuan meningkatkan kapasitas dan daya saing talenta dalam negeri ini resmi memulai pelaksanaannya (kick-off) untuk tingkat Jawa Barat pada Rabu, 26 Agustus 2026.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Program SMK Go Global merupakan direktif Presiden untuk menyiapkan tenaga kerja Indonesia yang kompeten dan profesional. Secara nasional, pemerintah menargetkan penyiapan 500.000 tenaga kerja terampil untuk bekerja di luar negeri sepanjang periode 2026-2029. 

Porsi terbesarnya, yakni 300.000 orang, ditargetkan berasal dari lulusan SMK, sementara sisanya dari jenjang pendidikan umum lainnya.

Untuk wilayah Jawa Barat, kick-off program ini dipusatkan di Migran Center Universitas Teknologi Bandung (UTB) dan dihadiri langsung oleh jajaran pejabat daerah, kepolisian, hingga kementerian terkait. 

Tercatat, sebanyak 1.280 calon pekerja migran asal Jawa Barat akan digembleng selama satu hingga tiga bulan sebelum dilepas ke negara tujuan.

Kepala BP3MI Jawa Barat, Kombes Pol. Singgih Hermawan menjelaskan bahwa materi pelatihan dirancang khusus agar selaras dengan kebutuhan industri global saat ini. 

"Pelatihan ada beberapa sektor di UTB, operasi produksi, manufaktur, dan bahasa Inggris. Ada bahasa Jepang dan juga nursery. SMK Go Global ini bisa semuanya, yang ingin ke luar negeri dan memerlukan peningkatan kapasitas," ujarnya.

Selain membekali peserta dengan keterampilan teknis dan bahasa, Singgih sangat menekankan pentingnya kesiapan mental dan kemampuan beradaptasi di negara asing.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kami berharap peserta yang di UTB ini bisa melaksanakan pelatihan dengan baik, bisa semangat, dan tidak kalah mental. Ini penting karena kita akan ke luar negeri, jauh dari keluarga, sehingga memang harus disiapkan mentalnya agar pada saat nanti bekerja di luar negeri tidak kalah saing," tegasnya.

Senada dengan hal itu, Rektor UTB Dr. Muchammad Naseer—selaku pimpinan institusi yang turut mewadahi tahapan seleksi dan pelatihan—menggarisbawahi bahwa program SMK Go Global menitikberatkan pada pembentukan sikap profesional. Keterampilan yang mumpuni akan sia-sia jika tidak diiringi dengan karakter pekerja keras.

Halaman Selanjutnya

"Skill itu penting, tetapi attitude juga menentukan bagaimana seseorang dapat diterima, dipercaya, dan berkembang di lingkungan kerja. Karena itu, kami berharap peserta tidak hanya belajar keterampilan, tetapi juga membangun karakter, kedisiplinan, dan sikap profesional selama mengikuti program ini," ujarnya.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |