Klub Bola Indonesia Sulit Bersaing di Asia, I.League Ungkap Dua Masalah Besar

1 week ago 8

Senin, 31 Agustus 2026 - 20:39 WIB

VIVA – Klub-klub Indonesia masih menghadapi jalan terjal untuk bisa bersaing secara konsisten di level Asia. Direktur Komersial I.League, Sadikin Aksa, menyebut ada dua faktor besar yang membuat perkembangan klub Tanah Air tertinggal dari sejumlah pesaing di Asia Tenggara, yakni sanksi FIFA dan pandemi COVID-19.

Pernyataan tersebut disampaikan Sadikin dalam acara Water Break PSSI Pers bertajuk "Membawa Liga Naik Kelas" di Kantor I.League, Jakarta, Senin (31/8/2026). Menurutnya, dampak dari dua persoalan tersebut tidak hanya terasa terhadap kompetisi domestik, tetapi juga ikut menghambat proses transformasi klub-klub Indonesia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sadikin membandingkan kondisi sepak bola Indonesia dengan sejumlah negara Asia Tenggara yang tetap dapat menjalankan roda kompetisinya ketika Indonesia menghadapi periode sulit. Klub-klub di negara tersebut dinilai memiliki kesempatan lebih panjang untuk melakukan pembenahan, baik dari sisi manajemen maupun kualitas kompetisi.

"Larangan FIFA yang paling berat kita rasakan. Mereka tidak merasakan itu," ujar Sadikin.

Indonesia memang pernah mengalami periode ketika aktivitas sepak bola nasional terganggu akibat sanksi FIFA. Situasi tersebut membuat perkembangan kompetisi dan klub tidak berjalan dalam kondisi ideal. Di saat yang sama, pandemi COVID-19 juga memberikan tekanan besar terhadap industri sepak bola, termasuk aspek finansial dan operasional klub.

Menurut Sadikin, kondisi itu menjadi salah satu alasan mengapa klub-klub Indonesia membutuhkan waktu lebih panjang untuk mengejar ketertinggalan. Ketika AFC melakukan perubahan regulasi dan standar kompetisi, klub-klub dari negara Asia Tenggara lainnya dinilai lebih siap mengikuti perubahan tersebut.

"Kalau ditanya kita itu baru bisa bertransformasi benar, ya tiga tahun terakhir," katanya.

Prestasi di Asia Masih Menjadi Pekerjaan Rumah

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Minimnya prestasi klub Indonesia di kompetisi Asia menjadi gambaran lain mengenai persoalan tersebut. Indonesia sebenarnya pernah memiliki wakil yang mampu melangkah jauh, salah satunya Persipura Jayapura.

Mutiara Hitam pernah mencapai semifinal Piala AFC. Namun, pencapaian tersebut belum mampu diikuti klub Indonesia lainnya dalam beberapa tahun terakhir. Setelah era Persipura, belum ada wakil Indonesia yang mampu menembus fase akhir kompetisi antarklub Asia secara konsisten.

Halaman Selanjutnya

Persib Bandung menjadi salah satu klub yang diharapkan dapat memutus tren tersebut. Pada musim lalu, Maung Bandung tampil di Liga Champions Asia Dua, kompetisi antarklub Asia level kedua, tetapi perjalanannya terhenti di babak 16 besar.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |