Selasa, 25 Agustus 2026 - 14:05 WIB
VIVA – Perdana Menteri Inggris Andy Burnham mengatakan "koalisi negara-negara yang bersedia" akan menggelar latihan militer untuk mempersiapkan pasukan yang akan dikerahkan ke Ukraina setelah kesepakatan gencatan senjata tercapai.
Pernyataan tersebut disampaikan Burnham dalam pertemuan para pemimpin koalisi, Senin, saat dia mengunjungi Kyiv, ibu kota Ukraina. Menurut dia, rencana pengerahan pasukan multinasional ke Ukraina itu telah disiapkan secara khusus.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Koalisi negara-negara yang bersedia" juga akan memindahkan markasnya ke London pada musim gugur. Burnham mengatakan latihan militer itu akan digelar untuk memastikan kontingen tersebut siap dikerahkan ke Ukraina.
Pernyataan yang dikeluarkan kantor Burnham atas nama ketua bersama koalisi mengungkapkan bahwa persiapan pengerahan pasukan ke Ukraina itu masih berlangsung. Pasukan tersebut akan dikerahkan setelah gencatan senjata tercapai.
Dalam pertemuan tersebut, Burnham juga menyerukan perusahaan-perusahaan Inggris untuk terlibat dalam proyek Eropa pada pengembangan sistem pertahanan rudal Freya yang dirancang untuk mendeteksi dan mencegat rudal balistik.
Menurut Burnham, sistem tersebut dapat menjadi alternatif yang lebih murah dibandingkan sistem Patriot buatan Amerika Serikat (AS).
Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Rusia sebelumnya menegaskan bahwa skenario apa pun yang melibatkan pengerahan pasukan negara anggota NATO ke Ukraina tidak dapat diterima dan berisiko memicu eskalasi tajam.
Kementerian tersebut juga menyebut bahwa rencana tersebut bahkan dapat mendorong berlanjutnya permusuhan. Koalisi Sukarela mencakup lebih dari 30 negara, dengan Inggris dan Prancis sebagai penggagas.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Pada Januari 2026, para pemimpin koalisi menandatangani deklarasi niat untuk mengerahkan pasukan ke Ukraina setelah tercapainya kesepakatan damai, seperti dikutip dari Sputnik.
Juru Bicara Presiden Rusia Dmitry Peskov sebelumnya menyebut koalisi tersebut sebagai penghasut perang dan mengatakan kelompok itu terdiri atas negara-negara yang tidak menginginkan perdamaian.
Vladimir Putin dan Donald Trump Berpotensi Ketemu di KTT APEC China, Momen Besar untuk Indonesia
Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berpeluang bertemu di sela-sela KTT APEC di China pada 18-19 November 2026.
VIVA.co.id
24 Agustus 2026

1 hour ago
1
















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9310865/original/081850900_1785378315-cropped-2d7f636b-2380-40cc-a881-ea61c56069f5.jpg)

