Konten Lama Ramai Direpost, Polri: Biasakan Diri Tidak Langsung Percaya

2 weeks ago 5

Rabu, 26 Agustus 2026 - 16:00 WIB

Jakarta, VIVA – Masyarakat diminta tidak buru-buru mempercayai informasi yang ramai beredar di media sosial. Sebab, konten lama kini kerap kembali dimunculkan dan disebarkan ulang seolah-olah merupakan peristiwa terbaru.

Mabes Polri mengingatkan, konten yang didaur ulang tersebut bisa saja ditempatkan dalam konteks berbeda dari kejadian sebenarnya. Jika tidak dicermati, informasi semacam itu berpotensi memicu kesalahpahaman hingga provokasi di tengah masyarakat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri, Inspektur Jenderal Polisi Johnny Eddizon Isir mengatakan derasnya arus informasi di ruang digital membuat masyarakat perlu lebih teliti sebelum menyebarkan sebuah konten.

“Di tengah derasnya arus informasi saat ini, kita perlu membiasakan diri untuk tidak langsung percaya atau menyebarkan sebuah konten. Lihat sumbernya, cek waktunya, cek konteksnya, dan lakukan cross-check dengan informasi dari sumber yang dapat dipercaya,” ujar Isir, dikutip Rabu, 26 Agustus 2026.

Menurut Isir, sebuah video atau foto yang memang benar-benar pernah terjadi belum tentu menggambarkan kejadian yang sedang berlangsung. Waktu, lokasi hingga narasi yang menyertai konten tersebut juga harus dipastikan.

“Konten lama bisa saja kembali muncul dalam situasi yang berbeda. Karena itu, yang perlu kita pastikan bukan hanya apakah videonya nyata, tetapi juga apakah waktu, lokasi dan narasi yang menyertainya sesuai dengan kondisi sebenarnya,” kata dia.

Isir juga menyoroti kebiasaan sejumlah akun yang ikut mengunggah konten lama secara berulang. Banyaknya akun yang membagikan konten serupa kemudian dapat membuat masyarakat menganggap informasi tersebut sudah dipastikan kebenarannya.

Padahal, jumlah akun yang melakukan repost bukan menjadi jaminan bahwa informasi tersebut telah terverifikasi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Polri pun mengingatkan masyarakat agar tidak menjadikan viralnya sebuah informasi sebagai patokan kebenaran. Justru, semakin banyak konten serupa beredar, proses pengecekan perlu dilakukan dengan lebih teliti.

“Jangan menjadikan jumlah repost sebagai ukuran kebenaran. Semakin banyak informasi yang kita terima, justru semakin penting bagi kita untuk melakukan cek dan cross-check,” tuturnya.

Presiden Prabowo Subianto

Prabowo Sampaikan Belasungkawa ke Masyarakat Terdampak Gempa NTT: Kita Akan Bantu Terus

Presiden RI Prabowo Subianto menyampaikan belasungkawa kepada seluruh masyarakat terdampak bencana gempa di NTT. Ia memastikan pemerintah membantu korban gempa.

img_title

VIVA.co.id

26 Agustus 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |