Kontroversi UFC di Gedung Putih: Trump Diduga Larang Petarung Rusia Tampil

2 days ago 9

Minggu, 8 Maret 2026 - 21:52 WIB

VIVA – Ultimate Fighting Championship (UFC) bersiap menggelar salah satu event terbesar dalam sejarah mereka pada musim panas 2026. Ajang tersebut rencananya digelar pada 14 Juni di halaman White House South Lawn sebagai bagian dari perayaan 250 tahun berdirinya United States.

Event ini diprakarsai oleh Presiden AS Donald Trump dan langsung masuk dalam kalender resmi UFC. Presiden UFC, Dana White, bahkan telah beberapa kali bertemu tim Gedung Putih untuk membahas konsep serta produksi acara tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dana White berjanji bakal menghadirkan kartu pertarungan terbesar yang pernah dibuat UFC.

Sejumlah petarung top dunia langsung menyatakan minat tampil di event bersejarah tersebut. Nama-nama besar seperti Conor McGregor, Jon Jones, dan Alex Pereira sempat disebut ingin bertarung di halaman Gedung Putih.

Namun setelah pengumuman resmi pada ajang UFC 326, hanya Pereira yang dipastikan tampil. Ia akan menjalani debut kelas berat menghadapi Ciryl Gane.

Di balik megahnya event ini, muncul kontroversi karena sejumlah petarung Rusia tidak masuk dalam daftar pertarungan. Jika benar adanya, keputusan tersebut membuat bintang besar seperti Islam Makhachev dan Khamzat Chimaev tidak bisa tampil di event tersebut.

Mantan juara kelas bantam UFC, Merab Dvalishvili, bahkan menyebut hal itu membuat rencana duel ulangnya melawan Petr Yan mustahil terjadi karena Yan merupakan petarung asal Rusia.

Dalam kartu utama yang diumumkan, pertarungan utama akan mempertemukan Ilia Topuria melawan Justin Gaethje. Selain itu, duel menarik lain juga akan tersaji seperti:

Sean O'Malley vs Aiemann Zahabi

Michael Chandler vs Mauricio Ruffy

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Bo Nickal vs Kyle Daukaus

Diego Lopes vs Steve Garcia

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump

Klaim Trump soal Iran “Menyerah” Dipertanyakan

Pernyataan Donald Trump yang menyebut Iran menyerah menuai sorotan. Klaim tersebut dinilai lebih sebagai retorika politik daripada gambaran nyata yang ada di lapangan.

img_title

VIVA.co.id

8 Maret 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |