Koperasi Desa Merah Putih Dinilai Ciptakan Pertumbuhan Ekonomi yang Nyata di Desa

1 week ago 9

Selasa, 1 September 2026 - 20:59 WIB

Jakarta, VIVA – Keberadaan Koperasi Desa Merah Putih dinilai tidak cukup hanya ditandai dengan terbentuknya koperasi di tingkat desa. Agar mampu menjadi penggerak ekonomi masyarakat, koperasi membutuhkan ekosistem permintaan, akses pasar, dan keterlibatan berbagai pihak yang dapat menjaga aktivitas ekonomi tetap berjalan.

Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum DPP Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) Mafa Uswanas menilai birokrat serta dunia usaha perlu mengambil peran penuh dalam menghidupkan Koperasi Desa Merah Putih sebagai bagian dari penguatan ekonomi kerakyatan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“ASN dan PPPK dapat menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem permintaan Koperasi Desa Merah Putih. Dengan mendorong belanja kebutuhan melalui koperasi, kita menciptakan perputaran ekonomi yang nyata dan berkelanjutan di tingkat desa,” kata Mafa dalam keterangannya, Selasa, 1 September 2026.

Menurut dia, keterlibatan ASN dan PPPK dapat dilakukan melalui skema iuran wajib yang dialokasikan untuk belanja di Koperasi Desa Merah Putih. Besaran iuran yang diusulkan berada pada kisaran 5 hingga 10 persen dari gaji, disesuaikan dengan pangkat dan golongan ASN maupun PPPK.

Selain birokrat, Mafa mendorong perusahaan yang menjadi rekanan pemerintah turut membangun ekosistem koperasi melalui keterlibatan karyawan dan dukungan terhadap aktivitas usaha di tingkat desa. Menurut dia, kolaborasi tersebut dapat memperluas pasar sekaligus membuka akses usaha bagi masyarakat.

“Dunia usaha harus ditempatkan sebagai mitra strategis Koperasi Desa Merah Putih. Kolaborasi dengan pengusaha lokal akan memperluas pasar, membuka akses usaha, dan memperkuat kapasitas ekonomi masyarakat desa,” ujarnya.

Mafa juga mengusulkan agar penyaluran bantuan kebutuhan pokok dari Kementerian Sosial (Kemensos) maupun lembaga negara yang memiliki kewenangan dapat melibatkan Koperasi Desa Merah Putih. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selain itu, koperasi didorong memiliki kartu anggota yang dapat digunakan untuk transaksi virtual melalui kerja sama dengan perbankan serta membangun kemitraan dengan HIPMI dan KADIN untuk pelatihan kewirausahaan dan pengembangan relasi usaha.

Menurut Mafa, berbagai skema tersebut diarahkan agar koperasi memiliki aktivitas ekonomi yang nyata sekaligus memperkuat kapasitas anggotanya. Karena itu, keberhasilan program tidak semestinya hanya dilihat dari jumlah koperasi yang terbentuk.

Halaman Selanjutnya

“Keberhasilan Koperasi Desa Merah Putih tidak cukup diukur dari jumlah koperasi yang terbentuk, tetapi dari seberapa jauh koperasi mampu menggerakkan produktivitas dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. AMPI berkomitmen mengawal agar koperasi benar-benar menjadi mesin ekonomi desa,” tegasnya.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |