Jakarta, VIVA – Sejumlah elemen masyarakat yang tergabung dalam Gerakan Pemuda dan Mahasiswa Anti Korupsi (GPM-AK) menggelar aksi unjuk rasa di depan Polda Metro Jaya mendesak Kortastipidkor Polri untuk mengusut tuntas dugaan kasus korupsi besar, buntut ditemukannya 74 kg emas dan uang hampir setengah triliun rupiah saat proses penggeledahan di beberapa lokasi.
Massa aksi membawa berbagai spanduk dan poster yang menyuarakan tuntutan mereka. Salah satu poster menyoroti kontras kondisi ekonomi rakyat dengan dugaan kasus korupsi yang ditangani Polri.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Salah satu peserta aksi, Amri, dalam orasinya menegaskan pentingnya keberanian Kortastipikor Polri untuk membongkar kasus ini hingga ke akar-akarnya.
“Kami yang hadir di sini, dari Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Anti Korupsi. Tentunya kehadiran kami sebagai bentuk dorongan, bentuk dukungan, kepada Kortastipikor Polri dan Polda Metro Jaya untuk tidak takut membongkar sampai ke akarnya maling uang rakyat, penimbun dolar dan emas," ungkapnya saat berorasi di depan Polda Metro Jaya, Jumat 10 Juli 2026.
Mereka juga menyuarakan dukungan kepada institusi TNI agar tetap berpihak pada rakyat. Massa juga dengan tegas menolak adanya campur tangan militer dalam proses penegakan hukum.
“Maka jangan ada intervensi dari pihak manapun, dalam hal ini tentu menghalang-halangi penyidikan yang dilakukan Polri,” ujar Amri.
Secara spesifik, massa aksi juga menuntut keterlibatan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk melakukan asistensi dalam penanganan kasus korupsi.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
“Maka langkah tegas yang abang-abang kepolisian, Kortastipikor saat ini menangani perkara tersebut, saya angkat jempol dan saya salut,” kata Amri.
Aksi unjuk rasa berjalan tertib dan damai dengan pengawalan dari pihak kepolisian. Massa mengancam akan kembali menggelar aksi dengan jumlah yang lebih besar jika tuntutan mereka untuk mengungkap tuntas kasus dugaan korupsi yang menyengsarakan rakyat ini tidak segera ditindaklanjuti. Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak terkait merespons tuntutan massa aksi.
Lokasi Penggeledahan Terkait 3 Kasus Korupsi yang Diusut Polisi Bisa Bertambah Meski Sudah 13 Tempat Disasar
Penyidikan 3 kasus dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang ditangani bersama Kortastipidkor Polri dan Ditreskrimsus Polda Metro Jaya terus bergulir.
VIVA.co.id
10 Juli 2026

5 days ago
8











