Kronologi Gunung Anak Krakatau Erupsi, Dentuman Keras Terdengar hingga Bikin Warga Panik

1 week ago 23

Sabtu, 5 September 2026 - 13:00 WIB

VIVA Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan, mengalami erupsi menerus sejak Jumat malam, 5 September 2026. Aktivitas tersebut disertai suara gemuruh hingga dentuman keras yang terdengar di sejumlah wilayah sekitar.

Badan Geologi mencatat aktivitas erupsi mulai terjadi pada pukul 23.07 WIB. Fenomena tersebut kemudian berlanjut hingga Sabtu pagi, 6 September 2026.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berikut kronologi erupsi Gunung Anak Krakatau berdasarkan informasi Badan Geologi, PVMBG, dan laporan terkait aktivitas vulkanik tersebut.

Erupsi Dimulai Jumat Malam

Aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau tercatat mulai pada Jumat, 5 September 2026 sekitar pukul 23.07 WIB. Pada awal aktivitas tersebut, terdengar suara gemuruh yang cukup kuat. Aktivitas vulkanik kemudian berlangsung secara menerus di kawasan Gunung Anak Krakatau yang berada di Selat Sunda.

Erupsi yang berlangsung pada malam hari tersebut menjadi perhatian karena suara gemuruh dan dentuman dilaporkan terdengar hingga sejumlah wilayah di sekitar Selat Sunda.

Erupsi Berlanjut hingga Sabtu Pagi

Memasuki Sabtu, 6 September 2026, aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau masih berlangsung. Erupsi menerus tersebut terjadi sejak Jumat malam hingga Sabtu pagi. Kondisi ini membuat aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau kembali menjadi perhatian masyarakat.

Suara dentuman dan getaran juga dilaporkan dirasakan atau terdengar oleh sebagian warga di wilayah sekitar, termasuk Serang dan Pandeglang, Banten.

Fenomena tersebut sempat memicu kepanikan, terutama karena masyarakat masih memiliki ingatan terhadap tsunami Selat Sunda pada 2018 yang berkaitan dengan aktivitas Gunung Anak Krakatau.

PVMBG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami

Di tengah aktivitas erupsi tersebut, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) memastikan erupsi Gunung Anak Krakatau saat ini tidak berpotensi memicu tsunami.

Kepala PVMBG Badan Geologi Rita Susilawati mengatakan hasil evaluasi menunjukkan tubuh Gunung Anak Krakatau yang terbentuk kembali setelah erupsi 22 Desember 2018 masih relatif kecil.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Untuk tsunami, hasil evaluasi kami, pertumbuhan tubuh Gunung Anak Krakatau yang terbentuk kembali ini masih relatif kecil dan tidak berpotensi yang dapat memicu tsunami,” kata Rita di Bandung, Sabtu, 5 September 2026.

Menurut Rita, Gunung Anak Krakatau saat ini masih mengalami proses pembentukan kubah lava baru setelah sebelumnya terjadi runtuhan tubuh gunung.

Halaman Selanjutnya

Berdasarkan pemantauan, perkembangan tubuh gunung tersebut masih berada dalam skala yang belum dapat memicu tsunami. “Oleh karena itu, masyarakat tidak usah khawatir. Insyaallah perkembangan ini tidak memicu terjadinya tsunami,” ujarnya.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |