VIVA – Menurunkan berat badan sering menjadi pencapaian yang membanggakan, terutama ketika proses tersebut dilakukan melalui pola makan seimbang dan aktivitas fisik yang konsisten. Namun, perubahan ukuran tubuh setelah diet tidak selalu diikuti dengan kondisi kulit yang langsung kembali kencang.
Pada sebagian orang, penurunan berat badan dalam jumlah cukup banyak dapat meninggalkan kulit berlebih atau mengendur di beberapa bagian tubuh.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Kondisi tersebut terjadi karena kulit sebelumnya telah meregang mengikuti ukuran tubuh. Ketika volume tubuh berkurang, kemampuan kulit untuk kembali ke bentuk semula dapat berbeda pada setiap orang. Faktor usia, elastisitas kulit, jumlah berat badan yang turun, genetik, hingga lamanya seseorang mengalami kelebihan berat badan dapat turut memengaruhinya.
Kulit kendur umumnya dapat terlihat pada area perut, lengan atas, paha, pinggang, maupun bagian tubuh lainnya. Selain memengaruhi penampilan, kulit berlebih pada kondisi tertentu juga dapat menimbulkan rasa tidak nyaman, terutama ketika bergesekan atau mengganggu aktivitas.
Apa Itu Body Contouring?
Salah satu pendekatan yang dapat dipertimbangkan untuk membentuk kembali kontur tubuh adalah body contouring. Secara umum, body contouring merupakan rangkaian prosedur yang bertujuan memperbaiki bentuk dan kontur tubuh dengan menangani kulit berlebih, jaringan tertentu, atau area tubuh yang mengalami perubahan bentuk.
Body contouring berbeda dengan program penurunan berat badan. Prosedur ini tidak ditujukan sebagai metode utama untuk mengurangi berat badan, melainkan lebih berfokus pada pembentukan siluet tubuh setelah seseorang mencapai berat badan yang relatif stabil.
Dalam praktik bedah plastik modern, penanganan kontur tubuh dapat disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing individu. Karena itu, seseorang yang memiliki kulit berlebih di bagian perut belum tentu membutuhkan pendekatan yang sama dengan orang yang mengalami kendurnya kulit pada lengan atau paha.
Cara Membentuk Kontur Tubuh Secara Bertahap
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Sebelum mempertimbangkan prosedur medis, menjaga berat badan tetap stabil merupakan salah satu hal penting. Berat badan yang terus naik dan turun dapat membuat perubahan pada jaringan kulit kembali terjadi.
Aktivitas fisik juga dapat membantu memperbaiki bentuk tubuh. Latihan kekuatan, misalnya, dapat membantu membangun massa otot sehingga tubuh terlihat lebih berisi dan terbentuk. Meski demikian, olahraga tidak selalu mampu menghilangkan kulit berlebih dalam jumlah signifikan, terutama setelah penurunan berat badan yang besar.
Halaman Selanjutnya
Asupan makanan juga tetap berperan dalam menjaga kesehatan kulit. Protein, vitamin, mineral, serta kecukupan cairan diperlukan untuk mendukung fungsi tubuh dan pemeliharaan jaringan. Namun, pola makan sehat juga tidak dapat menjamin kulit yang sudah sangat meregang akan kembali sepenuhnya seperti sebelum mengalami kenaikan berat badan.

6 days ago
8













