La Ode Deklarasi Kepemimpinan Maju jadi Calon Ketua Umum Kosgoro 1957

6 hours ago 3

Minggu, 24 Mei 2026 - 20:13 WIB

Jakarta, VIVA – La Ode Safiul Akbar mendeklarasikan bakal maju sebagai calon ketua umum Pimpinan Pusat PPK Kosgoro 1957. Ia bertekad mengembalikan Kosgoro 1957 sebagai Organisasi Karya sesuai tujuan sejarah dan nilai yang diwarisinya yang bertindak mengisi kemerdekaan.

Karena, kata dia, sejatinya kemerdekaan tak hanya untuk direbut tapi diisi dengan karya nyata mendaulatkan kesejahteraan bangsa, bersemangatkan, pengabdian, kerakyatan,  dan solidaritas.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Karena akar itulah yang memberi kekuatan sekaligus menutrisi pohon organisasi hingga berbuah kemaslahatan bagi anggota dan ekosistemnya," kata La Ode dalam keterangannya, Minggu, 24 Mei 2026.

Ia merumuskan tantangan kompetisi global, disrupsi teknologi, ketimpangan ekonomi, krisis kaderisasi, dan perubahan sosial yang sangat cepat sebagai tantangan tata kelola sumber daya baik manusia dan alamnya.

Ia menilai hal ini sangat relevan untuk dikelola Kosgoro 1957, yang tujuan dasarnya adalah mengelola bangsa yang baru merdeka agar mampu mengentaskan tantangan republik. 

"Di tengah ketidakpastian ekonomi, berdayakan organisasi untuk melahirkan solusi. Dan di tengah tantangan bangsa yang semakin kompleks, bangun kader-kader yang serbaguna, adaptif, berintegritas, dan kompeten," kata dia.

Ia membawa visi untuk tak melambungkan janji dan mengakarkan kembali nilai perjuangan Kosgoro 1957 sebagai kekuatan penggerak pemberdayaan ekonomi kerakyatan dan lokomotif kebangkitan karya dalam tubuh Golkar. 

"Pertama, menghadirkan masa lalu sebagai fondasi. Kosgoro 1957 harus kembali menjadi sekolah karakter untuk menyemai kembali falsafah dasar berdirinya. Agar nilainya tak hanya dikenang dalam seremoni, tetapi hidup dalam budaya organisasi, disiplin, loyalitas pada bangsa, keberanian berinovasi, dan keberpihakan pada rakyat," kata La Ode.

"Kedua, mengelola masa kini dengan solusi nyata Kosgoro 1957 harus hadir di tengah persoalan bangsa. Kita harus menjadi penggerak ekonomi kerakyatan melalui pemberdayaan UMKM, penguatan koperasi modern, literasi digital ekonomi, serta penciptaan ekosistem usaha yang berpihak pada rakyat kecil," sambungnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia menegaskan Kosgoro 1957 tak boleh hanya hidup di ruang rapat. Melainkan, harus hidup di pasar-pasar rakyat, di sentra usaha, di desa-desa produktif, dan di ruang-ruang inovasi anak muda Indonesia.

"Ketiga, menyiapkan masa depan melalui kaderisasi unggul. Kepemimpinan hari ini tidak boleh hanya sibuk mengelola hari ini. Ia harus melahirkan pemimpin untuk esok hari. Kita harus mencetak kader-kader Kosgoro 1957 yang memiliki tiga kualitas utama, kapasitas intelektual, integritas moral, dan kompetensi profesional," kata dia.

Halaman Selanjutnya

Ia mengatakan Kosgoro 1957 tak hanya bisa ditemukan dalam ingatan sejarah, tapi organisasi yang hadir dalam kehidupan. Menjadi rumah besar karya, tempat lahir dan tumbuhnya kader yang berpikiran besar, bekerja nyata, dan berjuang untuk Indonesia. 

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |