Laba BCA Tembus Rp14 Triliun, Bisnis Kredit Kinclong Berkat Ramadan dan Idul Fitri

2 days ago 3

Rabu, 29 April 2026 - 13:20 WIB

Jakarta, VIVA – Emiten perbankan swasta, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), melaporkan kinerja keuangan solid sepanjang tiga bulan pertama tahun ini. Bisnis penyaluran kredit menunjukkan tren positif di tengah dinamika ekonomi global. 

Laba perseroan dan entitas anak juga tercatat mencapai Rp14,7 triliun pada kuartal I-2026. Capaian ini ditopang penyaluran total kredit tercatat tumbuh 5,6 persen secara tahunan (year on year/YoY) menjadi Rp 994 triliun.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Penyaluran kredit tersebut didukung pendanaan yang solid, dengan dana giro dan tabungan (CASA) sebesar Rp 1.089 triliun atau tumbuh 11,2 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Porsi CASA mendominasi sekitar 85,2 persen dari total Dana Pihak Ketiga (DPK) perseroan.

Jumlah keseluruhan DPK persroan tercatat mencapai Rp1.292,4 triliun atau tumbuh 8,3 persen YoY. Pertumbuhan CASA yang menjadi roda pertumbuhan perseroan sejalan dengan penguatan layanan perbankan transaksi, baik melalui kanal digital maupun non-digital.

Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk, Hendra Lembong, menyampaikan momentum Ramadan dan Idul Fitri menjadi salah satu faktor pendorong kinerja kredit pada awal tahun ini. Pelaksanaan BCA Expoversary turut menopang kinerja keuangan perseroan. 

Direktur Utama BCA Hendra Lembong.

"Kami optimistis menjaga kinerja BCA tetap solid di tengah kondisi global yang dinamis melalui pengembangan berbagai lini bisnis secara prudent," ujar Hendra saat Paparan Kinerja Triwulan I-2026 di Jakarta.

Hendra merinc kredit BCA hingga akhir Maret 2026 terutama ditopang oleh kredit produktif yang mencapai Rp 760,2 triliun atau tumbuh 7,8 persen YoY. Di sisi lain, penyaluran kredit berbasis prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) juga menunjukkan peningkatan signifikan.

Kredit ke sektor berkelanjutan tercatat naik 10 persen secara tahunan  menjadi Rp258,4 triliun atau sekitar 26 persen dari total portofolio pembiayaan. Sementara itu, kredit UMKM tumbuh 12 persen YoY dengan outstanding mencapai Rp146 triliun, mencerminkan komitmen BCA dalam mendukung sektor riil.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pembiayaan hijau (green financing) juga mengalami pertumbuhan 7,7 persen YoY menjadi Rp113 triliun. Progres didorong oleh peningkatan penyaluran ke sektor Energi Baru dan Terbarukan (EBT) yang melonjak hingga 53,5 persen YoY.

Dari sisi kualitas aset, BCA menjaga rasio risiko kredit tetap terkendali. Loan at Risk (LAR) berada di level 5,1 persen dan Non-Performing Loan (NPL) sebesar 1,8 persen. Sementara rasio pencadangan tetap kuat, masing-masing sebesar 69,7 persen untuk LAR dan 174,6 persen untuk NPL.

Ilustrasi mitra driver Gojek.

GoTo Untung! Raup Laba Bersih Perdana Rp171 Miliar

GoTo cetak laba bersih perdana Rp171 miliar pada kuartal I-2026, berbalik dari rugi. Kinerja didorong lonjakan GTV, pertumbuhan pengguna, dan efisiensi biaya.

img_title

VIVA.co.id

29 April 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |