Birmingham, VIVA – Perjalanan ganda putra muda Indonesia, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin, di turnamen bulu tangkis All England 2026 harus terhenti di babak semifinal. Meski gagal melangkah ke partai puncak, penampilan pasangan debutan ini tetap mencuri perhatian setelah mampu menyingkirkan sejumlah pasangan tangguh sepanjang turnamen bergengsi tersebut.
Bertanding di Utilita Arena Birmingham, Inggris, Sabtu 7 Maret 2026, Raymond/Joaquin harus mengakui keunggulan pasangan nomor satu dunia asal Korea Selatan, Kim Won Ho/Seo Seung Jae. Mereka kalah dalam dua gim langsung dengan skor 19-21 dan 13-21 setelah bertarung selama 48 menit.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Meski gagal melangkah ke partai puncak, Raymond tetap bersyukur bisa melalui pertandingan dengan baik.
Pemain kelahiran Bandung itu mengungkapkan bahwa sebenarnya mereka sempat berada dalam posisi menguntungkan di gim pertama. Namun, kehilangan fokus pada poin-poin krusial membuat lawan mampu membalikkan keadaan.
Ganda putra Indonesia Raymond Indra/Nikolaus Joaquin
Photo :
- Instagram @badminton.ina
"Di gim pertama kami sudah unggul, tapi konsentrasinya kurang jadi lawan bisa membalikkan keadaan. Mereka punya kekuatan, yaitu bisa tampil konsisten terutama di poin-poin akhir," kata Raymond dikutip PBSI.
Sementara itu, Joaquin menilai laga semifinal berlangsung sangat terbuka. Menurutnya, peluang menang sebenarnya sama besar, tetapi pasangan Korea Selatan tampil lebih siap di lapangan.
"Dan hari ini, kami mengakui kekalahan kami. Mereka lebih siap hari ini," tambah Joaquin.
Ia juga mengaku merasakan aura berbeda dari pasangan Kim/Seo bahkan sejak sesi pemanasan sebelum pertandingan dimulai. Hal tersebut menjadi pengalaman berharga bagi pasangan muda Indonesia itu.
"Kami bersyukur bisa melawan mereka. Dari pemanasan saja auranya sudah berbeda. Kami akan mencoba meniru seperti mereka supaya bisa kami bisa lebih baik ke depannya," ujarnya.
Perjalanan Raymond/Joaquin di All England 2026 memang terbilang impresif, apalagi mengingat ini merupakan debut mereka di turnamen level BWF World Tour Super 1000.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Mereka membuka langkah dengan kemenangan dramatis atas pasangan Korea Selatan Kang Min Hyuk/Ki Dong Ju lewat pertarungan tiga gim 17-21, 21-12, 21-19.
Momentum tersebut berlanjut di babak 16 besar ketika mereka menyingkirkan senior sendiri, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri. Dalam pertandingan yang berlangsung 55 menit, Raymond/Joaquin menang 8-21, 21-14, 21-16.
Halaman Selanjutnya
Kemenangan itu sekaligus memperpanjang rekor apik mereka atas Fajar/Fikri menjadi tiga pertemuan beruntun, setelah sebelumnya juga menang di final Australian Open 2025 dan perempat final Indonesia Masters 2026.

2 days ago
4










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5479806/original/021929400_1768990958-makanan_beku_sehat.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3429214/original/050982400_1618458325-dan-dealmeida-4aM_QE-HRLw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500390/original/054028400_1770863825-IMG01145.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5124902/original/069816200_1738908499-glass-water-ai-generated.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5523066/original/035189100_1772787502-andi_campak.jpeg)

