Selasa, 1 September 2026 - 11:51 WIB
VIVA - Ketua Parlemen Lebanon Nabih Berri mengatakan bahwa Lebanon selatan tidak dapat dijadikan zona penyangga bagi Zionis Israel, karena tanggung jawab atas pertahanan dan rekonstruksi wilayah itu berada di tangan Beirut.
"Selatan adalah bagian integral dari Lebanon, dan tanggung jawab atas pertahanannya, bersama dengan penduduknya, dan atas rekonstruksinya berada di tangan negara. Kami tidak akan menyetujui selatan menjadi zona penyangga atau zona keamanan Zionis," kata Berri, seperti dikutip dari Sputnik, Selasa, 1 September 2026.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Lebanon tidak boleh melepaskan haknya untuk meminta pertanggungjawaban Israel atas tindakannya. Ia menambahkan bahwa pelepasan hak itu berarti melepaskan kedaulatan negara.
Lebanon dan Israel telah menyepakati kerangka kesepakatan yang dimediasi AS pada 26 Juni 2026. Kesepakatan itu menyerukan pemulihan kendali militer Lebanon atas wilayah selatan, pelucutan senjata Hizbullah dan penarikan pasukan Israel dari zona percontohan yang telah disepakati.
Beirut bersikeras bahwa kemajuan lebih lanjut pada kesepakatan tersebut hanya mungkin terjadi dengan diakhirinya serangan Israel dan penarikan pasukan, sementara Israel mengaitkan implementasi kesepakatan tersebut dengan pelucutan senjata Hizbullah dan pemeliharaan jaminan keamanan di perbatasan.
Sebelumnya, pesawat dan artileri Israel melancarkan serangan intensif ke sejumlah wilayah Lebanon selatan pada 29 Agustus 2026. Artileri Israel menembaki permukiman Haris dan daerah di antara Haris dan Haddatha, serta memicu ledakan kuat di area antara permukiman Markaba dan Rab El Thalathine.
Selain itu, pesawat nirawak rezim Zionis penjajah Bangsa Palestina itu juga menembakkan rudal berpemandu ke sebuah bangunan di Jalan Nabih Berri di Kota Nabatieh. Rudal itu menghantam dinding lantai atas bangunan tersebut.
Tepi Barat Makin Terjepit akibat Ulah Israel
Komisi Perlawanan Tembok dan Pemukiman menyatakan Israel mengeluarkan perintah militer menyita 37,5 dunam (3,75 hektare) tanah Palestina di wilayah tengah Tepi Barat.
VIVA.co.id
31 Agustus 2026

1 week ago
8













