Liputan6.com, Jakarta - Vokalis band Element, Lucky Widja, meninggal dunia pada Minggu malam, 25 Januari 2026, di umur 49 tahun. Kepergian Lucky Element, yang juga dikenal sebagai vokalis berparas tampan dan pernah menekuni dunia modeling, meninggalkan duka mendalam bagi pecinta musik Tanah Air.
Kabar duka sekaligus ucapan perpisahan datang dari rekan satu band dan sahabat dekatnya, Ferdy Tahier, melalui unggahan di media sosial. Dalam pesannya, Ferdy menggambarkan perjuangan Lucky melawan sakit yang selama ini dia derita.
"Selamat jalan sahabat gw.. Ade gw.. Partner gw di panggung… Lo udah tenang, ga sakit lagi.. Ga butuh cuci darah lagi.. Ga perlu oxygen lagi.. Lo happy sekarang, bisa muda lagi… Tenang di sana ya, Ki." tulis Ferdy Tahier di akun Instagram pribadinya.
Lantas, Lucky Widja sakit apa? Hingga kini belum ada pernyataan resmi mengenai penyebab pasti meninggalnya Lucky.
Namun, vokalis kelahiran 1 September 1976 sempat secara terbuka menceritakan kondisi kesehatannya dalam perbincangan bersama Ferdy Tahier di kanal YouTube pribadi Ferdy yang tayang pada 9 Februari 2023.
Dalam wawancara tersebut, Lucky mengungkapkan bahwa sepanjang 2022 dirinya mengalami sakit parah yang sempat menghentikan aktivitas bermusiknya.
"Selama 2022 kemarin gue sakit parah. Saat gue masuk rumah sakit, semua kontrak bisa mundur. Pas sembuh dikit, baru jalan lagi," ujar Lucky Widja.
TB Ginjal Lucky Widja: Tuberkulosis di Seluruh Bagian Bawah Badan
Lucky kemudian menjelaskan bahwa dirinya mengidap tuberkulosis ginjal, alias TB ginjal, penyakit langka yang menyerang hampir seluruh saluran kemihnya.
"Gue kena namanya TB ginjal. Tuberkulosis di seluruh bagian bawah badan. Ginjal, ureter, kandung kemih, uretra, kena semua. Jadi semua saluran kencing ke bawah kena," ujarnya.
Menariknya, penyakit tersebut sempat dikira sakit gula, lantaran gejala yang dialami Lucky terbilang tidak biasa. Dia kerap pingsan setiap kali berbuka puasa.
"Tidur di sofa, enggak bisa bangun, enggak bisa melek. Malam baru pindah ke tempat tidur sampai merangkak. Lemas banget, kayak enggak bisa gerak. Tapi besok paginya segar lagi," kata Lucky.
Kondisi itu terus berulang. Setiap pagi, Lucky merasa bugar dan mampu beraktivitas normal. Namun, menjelang waktu berbuka puasa, tubuhnya kembali melemah hingga akhirnya kehilangan kesadaran.
Ginjal Lucky Widja Kecil dan Bengkak
Bahkan, saat berbuka puasa bersama teman-temannya, Lucky memilih tidak makan agar tidak pingsan.
Saat mendengar ceritanya, orang-orang di sekitarnya menduga keluhan tersebut berkaitan dengan gula darah dan menyarankan Lucky untuk memeriksakan diri ke dokter.
Lucky pun mengikuti saran tersebut. Secara tak terduga, dia berinisiatif meminta pemeriksaan fungsi ginjal.
"Gue iseng minta cek fungsi ginjal. Ternyata ginjal gue sudah stadium 5. Kacaunya. Tinggal sekitar 18 persen," ujarnya.
Pemeriksaan lanjutan melalui CT scan menunjukkan satu ginjalnya mengecil, sementara ginjal lainnya membengkak akibat sumbatan aliran urine.
"Ginjal satu kecil, satu bengkak. Airnya enggak bisa lewat, sudah mampet," kata Lucky.
Sejak saat itu, Lucky harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit, termasuk pemasangan selang dan pengobatan lanjutan.

2 days ago
4
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3524251/original/038263600_1627479870-wes-hicks-Xg_LGdZVPe0-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5485858/original/007017800_1769566397-Gemini_Generated_Image_ga2j8dga2j8dga2j.png)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5485154/original/028256900_1769496101-siti_nadia.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5485457/original/070806700_1769507349-bgs_jkn.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3448808/original/032087500_1620206402-stethoscope-decorative-kidneys-gray_185193-30956.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5485548/original/063674100_1769511840-closeup-shot-sleeping-bat-wrapped-its-wings.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3563902/original/063957200_1631001469-todd-cravens-IY1sRDxNWN4-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5485492/original/007610400_1769508737-nipah_bgs.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4717453/original/031148700_1705391334-fotor-ai-20240116142033.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4961457/original/096374900_1728224007-fotor-ai-20241006205116.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5277037/original/085022200_1751974982-Demam.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5033445/original/029989800_1733209830-A_realistic_illustration_of_a_young_person_holding.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5485209/original/002570800_1769498234-nipah_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5463911/original/050937000_1767673835-stockking.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4945936/original/087656400_1726563158-fotor-ai-20240917154136.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4151295/original/031354400_1662628401-Kereta-India-AFP-5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5483537/original/001042400_1769397673-IMG_0821.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5484174/original/027555400_1769415446-ruang_aman.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5483948/original/020305900_1769408679-psikologi_anak.jpeg)















