VIVA – Mariano Peralta menjadi sorotan setelah Persib Bandung memastikan tiket ke AFC Champions League Two 2026/2027.
Penyerang asal Argentina itu sempat dianggap bermain egois ketika memilih melepaskan tembakan ketimbang memberikan umpan kepada rekannya saat Persib menghadapi Manila Digger di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Senin 31 Agustus 2026.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Sorotan tersebut muncul di tengah penampilan Peralta yang justru menjadi penentu kemenangan Persib. Ia mencetak gol tunggal pada menit-menit akhir pertandingan untuk membawa Maung Bandung menang 1-0 atas Manila Digger pada babak play-off.
Pemain Persib Bandung, Mariano Peralta usai cetak gol ke gawang Manila Digger
Kemenangan tersebut memastikan Persib Bandung mendapatkan tiket terakhir menuju fase grup AFC Champions League Two 2026/2027. Persib kemudian tergabung di Grup E bersama FC Seoul, Melbourne Victory, dan The Cong-Viettel.
Meski sempat mendapat sorotan karena salah satu keputusan dalam pertandingan, pandit senior Binder Singh atau Bung Binder memiliki pandangan berbeda mengenai karakter permainan Peralta.
Bung Binder menilai Peralta bukan pemain yang egois. Menurutnya, sang pemain memiliki kemampuan individu dan visi permainan yang baik, tetapi tetap mampu menyesuaikan diri dengan permainan kolektif Persib Bandung.
"Karena walaupun kita tahu dia adalah pemain yang outstanding secara permainan, dari skill individu dia, dan juga dari visinya, tapi dia tetap bisa menyatu secara permainan," ujar Bung Binder melalui YouTubenya, dikutip Rabu 2 September 2026.
Penilaian tersebut berkaitan dengan satu momen ketika Peralta memilih melakukan tembakan dalam situasi serangan Persib saat menghadapi Manila Digger. Keputusan itu sempat menjadi perhatian karena terdapat opsi untuk memberikan bola kepada rekan setimnya.
Namun, Bung Binder menilai keputusan Peralta untuk melakukan tembakan tidak dapat langsung dianggap sebagai tindakan egois. Menurutnya, posisi Peralta saat itu memungkinkan dirinya untuk mencoba mencetak gol.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Ya enggak juga (harus diumpan), karena dia sudah masuk kotak penalti, dan jarak dia dekat dengan gawang, nggak salah juga dishooting, kemudian disave (kiper lawan)," tuturnya.
Bung Binder kemudian menyoroti kemampuan Peralta dalam menentukan kapan harus mengambil keputusan sendiri dan kapan memberikan bola kepada pemain lain.
Halaman Selanjutnya
"Tapi kan dia juga kasih itu umpan kunci ke Luka Menalo, yang punya dua peluang secara beruntun, ada juga, dia tahu kapan dia perlu memberikan umpan," kata Bung Binder.

1 week ago
3













