Minggu, 12 Juli 2026 - 18:36 WIB
Jakarta, VIVA – Ketua Parlemen Iran sekaligus negosiatir utama Iran dalam perundingan dengan Amerika Serikat (AS) Mohammad Bagher Ghalibaf mengatakan masa kesepakatan sepihak telah berakhir di tengah meningkatnya ketegangan di Selat Hormuz.
Ghalibaf pun mendesak Amerika Serikat untuk segera menepati janji. Jika tidak, maka AS akan menanggung akibatnya.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Era kesepakatan sepihak telah berakhir. Kami sudah memperingatkan Anda, tepati janji Anda atau tanggung akibatnya. Kenyataan sudah di depan mata," kata Ghalibaf di platform X, dikutip Minggu, 12 Juli 2026.
Unggahan Ghalibaf itu juga menyertakan gambar berisi kutipan Pasal 5 di "Memorandum of Understanding Islamabad", yang merupakan kesepakatan perdamaian antara AS dan Iran yang diteken pada 18 Juni lalu.
Pasal lima MOU Islamabad tersebut mengatur tentang pembukaan kembali Selat Hormuz, dengan sorotan pada frasa "Republik Islam Iran akan membuat pengaturan".
Pernyataan Ghalibaf itu disampaikan setelah Iran melancarkan serangan rudal dan drone terhadap pangkalan dan instalasi militer milik AS di sejumlah negara Teluk, sementara AS melancarkan babak ketiga serangan dengan mengincar instalasi radar, rudal, dan drone di Iran selatan.
Menurut Komando Pusat AS (CENTCOM), serangan yang mereka lakukan tersebut untuk membalas Iran karena telah menembaki kapal dagang di Selat Hormuz dan menutup jalur laut strategis tersebut hingga waktu tidak ditentukan, dengan satu orang dilaporkan hilang. (Ant)
Ada Kapal Melintas Tanpa Izin, Iran Tutup Lagi Selat Hormuz
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) kembali menutup Selat Hormuz. IRGC juga mengancam akan menyerang pangkalan-pangkalan musuh di Timur Tengah apabila terjadi agresi.
VIVA.co.id
12 Juli 2026

2 days ago
8











