VIVA – Liburan bersama anak bisa menjadi kesempatan untuk menciptakan pengalaman dan kenangan baru bersama keluarga. Namun, traveling bersama anak juga membutuhkan persiapan lebih detail dibandingkan perjalanan tanpa anak.
Orang tua perlu mempertimbangkan berbagai kebutuhan selama perjalanan, mulai dari waktu makan, istirahat, perjalanan antardestinasi, hingga kondisi mood anak. Hal-hal yang terlihat sederhana tersebut dapat memengaruhi kenyamanan seluruh anggota keluarga.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Itinerary yang terlalu padat, misalnya, berpotensi membuat anak cepat lelah. Sebaliknya, jadwal yang terlalu kaku juga dapat membuat orang tua kesulitan menyesuaikan diri ketika anak membutuhkan waktu lebih lama untuk makan, beristirahat, menggunakan toilet, atau sekadar beradaptasi dengan suasana baru.
Karena itu, ada beberapa hal yang sebaiknya diperhatikan orang tua agar perjalanan bersama anak tetap menyenangkan. Berikut lima di antaranya, sebagaimana dihimpun Viva pada Jumat, 4 September 2026.
1. Perhatikan Ritme Anak
Setiap anak memiliki ritme yang berbeda ketika bepergian. Ada yang mudah beradaptasi dengan lingkungan baru, tetapi ada pula yang membutuhkan waktu lebih lama untuk makan, tidur, atau beristirahat. Itinerary sebaiknya tidak dibuat terlalu padat hanya untuk mengejar banyak destinasi. Memberikan jeda di antara aktivitas dapat membantu anak tetap nyaman sekaligus mengurangi risiko kelelahan dan perubahan mood selama perjalanan.
2. Jangan Abaikan Waktu Makan dan Istirahat
Jam makan dan tidur menjadi bagian penting ketika bepergian bersama anak. Perjalanan antardestinasi yang panjang atau aktivitas yang terlalu berdekatan dapat membuat waktu makan dan istirahat terpotong. Pengelolaan waktu karena itu tidak hanya berkaitan dengan jumlah tempat yang bisa dikunjungi. Orang tua juga perlu memastikan tersedia waktu yang cukup agar anak dapat makan dengan nyaman, beristirahat, dan beradaptasi dengan lingkungan baru.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
3. Pilih Itinerary yang Tidak Terlalu Padat
Banyaknya destinasi yang dikunjungi bukan satu-satunya ukuran keberhasilan sebuah liburan. Terlalu banyak aktivitas justru dapat membuat seluruh keluarga kelelahan. Itinerary yang lebih fleksibel memungkinkan keluarga menikmati makanan, pemandangan, budaya, atau suasana destinasi tanpa terus merasa dikejar waktu. Dengan demikian, orang tua dan anak dapat memiliki pengalaman yang sama-sama menyenangkan.
Halaman Selanjutnya
4. Pertimbangkan Ukuran Rombongan Trip

1 week ago
19













