Mengapa Autoimun Lebih Banyak Menyerang Perempuan? Jawabannya Ternyata Ada di Dalam Tubuh

4 days ago 3

Jumat, 10 Juli 2026 - 23:11 WIB

VIVA – Penyakit autoimun menjadi salah satu masalah kesehatan yang semakin banyak mendapat perhatian dalam beberapa tahun terakhir. Kondisi ini terjadi ketika sistem kekebalan tubuh yang seharusnya melindungi dari virus dan bakteri, justru menyerang sel serta jaringan tubuh sendiri. 

Akibatnya, berbagai organ dapat mengalami peradangan dan kerusakan, mulai dari kulit, sendi, kelenjar tiroid, hingga organ dalam.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Yang menarik, berbagai penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar penderita penyakit autoimun adalah perempuan. Bahkan, para peneliti memperkirakan sekitar 80 persen kasus autoimun terjadi pada perempuan. 

Fakta ini memunculkan pertanyaan besar, mengapa perempuan jauh lebih rentan mengalami penyakit autoimun dibandingkan laki laki? Berikut penjelasan ilmiah yang telah ditemukan para peneliti, sebagaimana dihimpun Viva dari National Institutes Health, Jumat, 10 Juli 2026. 

Mengapa Perempuan Lebih Rentan Terkena Autoimun?

1. Sistem Imun Perempuan Lebih Aktif

Salah satu alasan utama adalah karena sistem kekebalan tubuh perempuan secara alami bekerja lebih aktif dibandingkan laki laki. Respons imun yang lebih kuat membuat tubuh perempuan lebih efektif dalam melawan infeksi akibat virus maupun bakteri. 

Namun, kelebihan tersebut juga memiliki sisi lain. Sistem imun yang terlalu aktif berisiko salah mengenali jaringan tubuh sendiri sebagai ancaman sehingga memicu penyakit autoimun. Inilah sebabnya perempuan cenderung lebih rentan mengalami berbagai penyakit autoimun seperti lupus, rheumatoid arthritis, penyakit Hashimoto, maupun sindrom Sjögren.

2. Hormon Estrogen Diduga Memengaruhi Sistem Kekebalan Tubuh

Peran hormon juga menjadi salah satu faktor yang banyak diteliti. Hormon estrogen diketahui mampu memengaruhi aktivitas berbagai sel dalam sistem kekebalan tubuh. Selama masa pubertas, kehamilan, hingga menopause, kadar hormon perempuan mengalami perubahan yang cukup signifikan. Perubahan inilah yang diduga dapat memicu munculnya gejala autoimun atau memperburuk penyakit yang sudah ada.

Meski demikian, para ilmuwan menegaskan bahwa hormon bukanlah satu satunya penyebab. Hingga saat ini, hubungan antara estrogen dan penyakit autoimun masih terus dipelajari.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

3. Perempuan Memiliki Dua Kromosom X

Perbedaan genetik juga diduga menjadi salah satu penyebab tingginya angka autoimun pada perempuan. Perempuan memiliki dua kromosom X, sedangkan laki laki hanya memiliki satu kromosom X. Selama bertahun tahun, para ilmuwan menduga bahwa kromosom X berperan dalam meningkatkan risiko penyakit autoimun, tetapi mekanismenya belum benar-benar dipahami.

Halaman Selanjutnya

Penelitian terbaru memberikan petunjuk baru mengenai hal tersebut. Para peneliti menemukan bahwa molekul RNA bernama Xist, yang bertugas menonaktifkan salah satu kromosom X pada perempuan, ternyata dapat membentuk kumpulan protein tertentu. Dalam kondisi tertentu, kumpulan protein tersebut diduga dapat dikenali secara keliru oleh sistem kekebalan tubuh sehingga memicu reaksi autoimun.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |