Jakarta, VIVA – Menjelang pesta sepak bola dunia 2026, tradisi nonton bareng atau nobar diprediksi kembali menjadi momen yang ramai diwarnai pesta kuliner. Bukan hanya soal pertandingan di lapangan, meja makan juga dipastikan ikut jadi pusat perhatian saat para penonton berkumpul bersama keluarga maupun teman.
Laporan terbaru bertajuk The Nobar Economy menunjukkan bahwa kebiasaan masyarakat Indonesia saat menyaksikan pertandingan besar sangat erat dengan konsumsi makanan dan minuman. Data The Trade Desk dan YouGov mencatat sekitar 180 juta masyarakat Indonesia mengikuti ajang sepak bola global terakhir pada 2022. Scroll untuk tahu lebih lanjut, yuk!
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Tak sekadar menonton, riset Snapcart menemukan bahwa 84 persen masyarakat Indonesia menikmati pertandingan sambil menyantap makanan dan minuman. Artinya, nobar telah berkembang menjadi ajang kumpul yang identik dengan camilan, hidangan praktis, hingga menu berat favorit.
Menariknya lagi, sebanyak 82 persen konsumen disebut mengandalkan layanan pesan-antar makanan selama momen nobar. Alasannya sederhana: banyak orang tak ingin melewatkan satu detik pun jalannya pertandingan hanya demi keluar membeli makanan.
Dari sisi pilihan menu, makanan yang mudah disantap bersama menjadi primadona. Martabak, pizza, popcorn, kacang, donat, kentang goreng, kopi, minuman energi, hingga minuman ringan menjadi beberapa jenis sajian yang paling banyak dicari menjelang laga dimulai.
Namun selera lokal tetap tak tergeser. Di tengah serbuan menu praktis ala barat, makanan khas Indonesia justru konsisten jadi favorit selama periode pertandingan besar. Nasi goreng, ayam goreng, ayam bakar, lumpia, mi ayam, siomay, sate, hingga udang keju masih jadi andalan banyak keluarga saat nobar.
Fenomena ini menunjukkan bahwa suasana pertandingan global justru menjadi ruang bagi kuliner lokal untuk bersinar. Makanan hangat dan akrab di lidah tetap dianggap paling cocok menemani suasana tegang sekaligus seru saat mendukung tim favorit.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Roy Nugroho, Director of Commercial, Grab Indonesia, menyatakan bahwa fenomena nobar menunjukkan bagaimana momen hiburan dapat berkembang menjadi peluang komersial yang masif.
"Ketika konsumen mengambil keputusan pembelian secara real-time, kehadiran brand di dalam ekosistem digital menjadi faktor kunci dalam mendorong konversi penjualan secara nyata. Melalui GrabAds, kami membantu brand untuk tidak sekadar membangun visibilitas, tetapi juga menjadi bagian dari momen konsumsi nyata tersebut," ujar Roy dalam keterangannya, dikutip Rabu 29 April 2026.
Halaman Selanjutnya
Data Grab juga mencatat lonjakan pesanan pada momen ajang sepak bola global sebelumnya. Salah satu brand minimarket mengalami kenaikan pesanan hingga 55 persen di GrabMart, sementara brand kopi lokal dan brand ayam goreng masing-masing tumbuh 43 persen dan 41 persen.

9 hours ago
1



























