Mengenal Ghost Month yang Puncaknya Jatuh pada 27 Agustus 2026, Ini Sejarah dan Tradisinya

2 weeks ago 10

Kamis, 27 Agustus 2026 - 12:12 WIB

VIVA – Ada alasan mengapa 27 Agustus 2026 dikaitkan dengan puncak Ghost Month. Tanggal ini bukan dipilih secara acak, melainkan bertepatan dengan salah satu hari paling penting dalam kalender lunar Tionghoa, yakni hari ke-15 pada bulan ketujuh.

Dalam kepercayaan tradisional Tionghoa, hari tersebut menjadi puncak Hungry Ghost Festival. Pada momen ini, roh leluhur dan roh yang dipercaya tidak memiliki keluarga untuk mengenangnya diyakini dapat kembali ke dunia manusia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Apa itu Ghost Month?

Melansir dari South China Morning Post, Kamis, 27 Agustus 2026, Ghost Month atau Bulan Hantu adalah sebutan untuk bulan ketujuh dalam kalender lunar Tionghoa. Selama periode ini, terdapat kepercayaan bahwa batas antara dunia manusia dan dunia roh menjadi lebih terbuka.

Roh-roh yang telah meninggal dipercaya dapat kembali ke dunia manusia. Sebagian dianggap sebagai leluhur yang datang mengunjungi keluarganya, sementara sebagian lainnya dipercaya sebagai roh yang tidak memiliki keluarga atau keturunan yang memberikan persembahan.

Karena itu, masyarakat yang menjalankan tradisi ini melakukan berbagai ritual selama satu bulan penuh. Bentuknya berbeda-beda tergantung daerah dan tradisi keluarga.

Tanggal 27 Agustus 2026 ini bertepatan dengan hari ke-15 bulan ketujuh dalam kalender lunar Tionghoa. Hari tersebut dikenal sebagai Hungry Ghost Festival dan menjadi salah satu puncak penting dalam rangkaian Ghost Month.

Pada hari tersebut, berbagai bentuk persembahan biasanya disiapkan untuk menghormati leluhur maupun roh yang dipercaya sedang berada di dunia manusia.

Persembahan dapat berupa makanan, buah, dupa, hingga kertas sembahyang. Di sejumlah wilayah, peringatan juga berkembang menjadi kegiatan budaya dengan pertunjukan tradisional dan acara komunitas.

Makna Hungry Ghost Festival

Meski namanya sering terdengar menyeramkan, Hungry Ghost Festival sendiri memiliki makna yang cukup erat dengan penghormatan kepada orang yang telah meninggal. Tradisi ini menjadi salah satu cara masyarakat untuk mengenang leluhur sekaligus menunjukkan rasa hormat kepada mereka. Persembahan juga diberikan kepada roh yang diyakini tidak memiliki keluarga untuk memberikan perhatian.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pantangan selama Ghost Month

Popularitas Ghost Month juga tidak lepas dari berbagai pantangan yang berkembang di masyarakat. Aturan tersebut tidak seragam dan sangat bergantung pada kepercayaan serta tradisi masing-masing keluarga.

Halaman Selanjutnya

Beberapa pantangan yang populer antara lain tidak mengambil benda asing yang ditemukan di jalan, tidak mengganggu persembahan, serta lebih berhati-hati melakukan aktivitas pada malam hari.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |