VIVA – Como membuat aksi menyentuh jelang debut mereka di Liga Champions. Presiden klub Mirwan Suwarso bersama sejumlah petinggi lainnya rela mengorbankan tempat duduk mereka agar para suporter lanjut usia bisa menyaksikan langsung sejarah besar klub.
Como akan menjalani laga perdana di Liga Champions dengan menjamu RB Leipzig di Stadio Giuseppe Sinigaglia, Kamis 10 September 2026 waktu setempat. Pertandingan tersebut dipastikan berlangsung dalam kondisi stadion penuh karena seluruh tiket telah terjual.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Namun, persoalan muncul karena kapasitas stadion harus dikurangi untuk memenuhi regulasi UEFA. Kondisi itu membuat tidak semua suporter Como bisa mendapatkan tiket untuk menyaksikan momen bersejarah tersebut.
Suwarso kemudian mengambil langkah yang tak biasa. Ia bersama sejumlah direktur klub memilih menyerahkan tiket mereka kepada suporter yang dianggap paling layak mendapatkan kesempatan menyaksikan debut Como di kompetisi elite Eropa.
Melalui media sosial, Suwarso menjelaskan keputusan tersebut. Ia menyebut para suporter yang lahir pada 1950 atau sebelumnya menjadi prioritas karena telah menemani Como melewati berbagai periode sulit.
"Karena kapasitas stadion yang berkurang dan jumlah tiket yang terbatas, sayangnya kami tidak bisa mengakomodasi semua orang yang ingin hadir," ujar Suwarso.
"Namun, saya dan beberapa eksekutif klub memutuskan untuk menyerahkan tempat duduk kami untuk pertandingan ini."
"Kami ingin tempat tersebut diberikan kepada suporter yang telah menunggu paling lama, yakni mereka yang lahir pada 1950 atau sebelumnya dan telah mengikuti Como di setiap divisi serta setiap era," lanjutnya.
Como memang memiliki sejarah panjang yang penuh lika-liku. Klub tersebut bahkan sempat mengalami kebangkrutan dua kali dalam dua dekade terakhir.
Namun, para suporter setia tetap bertahan. Mereka akhirnya mendapatkan hadiah setelah Como bangkit dan melesat kembali ke level tertinggi sepak bola Italia.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Dalam enam tahun, Como berhasil meraih tiga promosi. Pada 2024, mereka kembali ke Serie A setelah menunggu selama 21 tahun.
Musim 2025-2026 menjadi titik puncak kebangkitan tersebut. Di bawah arahan Cesc Fabregas, Como tampil mengejutkan dengan mengakhiri kompetisi Serie A di posisi keempat.
Halaman Selanjutnya
Hasil itu mengantarkan Como ke Liga Champions untuk pertama kalinya sepanjang sejarah klub yang telah berusia 119 tahun.

5 days ago
18













