Menhan AS Hegseth 'Dikeroyok' Kongres, Pertanyakan Biaya Perang Iran Capai Rp434 Triliun

3 hours ago 3

Kamis, 30 April 2026 - 14:43 WIB

VIVA – Menteri Pertahanan (Menhan) AS, Pete Hegseth terlibat perdebatan sengit dengan anggota parlemen Demokrat selama sidang yang berlangsung hampir enam jam, dalam sidang pertamanya di bawah sumpah sejak dimulainya perang Iran.

Hegseth hadir di hadapan Komite Angkatan Bersenjata DPR pada hari Rabu, bersama Ketua Kepala Staf Gabungan Jenderal Dan Caine dan kepala petugas keuangan departemen pertahanan Jules Hurst.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam pidato pembukaannya, Hegseth mengatakan bahwa "musuh terbesar yang kita hadapi" adalah "kata-kata pesimistis" dari Demokrat dan beberapa Republikan.

Anggota parlemen Demokrat di komite tersebut mengkritik bagaimana uang federal digunakan dalam konflik tersebut. Hurst mengungkapkan dalam sidang tersebut bahwa perang tersebut telah menelan biaya AS sebesar $25 miliar (Rp434,325 triliun) sejauh ini.

Hurst mengatakan epada para anggota parlemen bahwa sebagian besar pengeluaran tersebut untuk amunisi dan penggantian peralatan. Menurutnya, penilaian lengkap biaya akan diberikan di kemudian hari.

Gedung Putih telah meminta Kongres untuk meningkatkan anggaran pertahanan AS menjadi $1,5 triliun (Rp26.059,5 triliun), peningkatan besar yang akan menandai ekspansi terbesar dalam pengeluaran militer sejak Perang Dunia Kedua.

Hegseth mengatakan kepada komite bahwa permintaan anggaran tersebut "mencerminkan urgensi saat ini".

Jenderal Caine mengatakan bahwa $1,5 triliun "merupakan pembayaran awal bersejarah untuk keamanan masa depan" yang akan memungkinkan AS untuk mengantisipasi teknologi yang berkembang pesat.

Sidang tersebut menunjukkan perpecahan partisan di Capitol Hill terkait perang dengan Iran. Ketika Demokrat mempertanyakan biaya ekonomi dan strategi perang, Hegseth membalas bahwa para anggota parlemen bersikap "tidak becus" dalam pertanyaan mereka.

Sebagian besar Republikan mendukung menteri pertahanan, meskipun beberapa mempertanyakan alasannya untuk mencopot beberapa pejabat tinggi. "Pada akhirnya, perang Iran adalah masalah terbesar yang kita hadapi," kata Rep. Adam Smith, Demokrat terkemuka di komite tersebut.

Serangan Demokrat dan Tangkisan Hegseth

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Anggota Demokrat di komite tersebut sering menggambarkan aksi militer AS di Iran sebagai "pilihan perang" yang mahal yang dilakukan tanpa persetujuan Kongres.

"Anda telah berbohong kepada publik Amerika tentang perang ini sejak hari pertama, dan begitu pula presiden," kata John Garamendi, seorang Demokrat dari California. Dia mengatakan kepada Hegseth bahwa Trump "terjebak dalam rawa" perang lain di Timur Tengah.

Halaman Selanjutnya

Hegseth menyebut pernyataan Garamendi "ceroboh", dan membantah Trump berada dalam "situasi sulit". "Kebencian Anda terhadap Presiden Trump membutakan Anda," kata Hegseth.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |