Menhan Sjafrie Respons Intelijen Ukraina: Tidak Ada Informasi 8 WNI Jadi Tentara Rusia

2 weeks ago 8

Senin, 31 Agustus 2026 - 16:06 WIB

Jakarta, VIVA – Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin menegaskan tidak ada informasi mengenai 8 warga negara Indonesia (WNI) menjadi tentara Rusia.

Hal itu disampaikan Sjafrie merespons Badan Intelijen Luar Negeri Ukraina yang menyebut delapan WNI telah direkrut oleh Rusia untuk bergabung dalam angkatan bersenjata negara tersebut dan bertempur dalam perang melawan Ukraina. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Nggak ada. Tidak menerima laporan ini, tidak ada informasi," ucap Sjafrie kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin, 31 Agustus 2026.

Sebelumnya diberitakan, delapan warga negara Indonesia (WNI) disebut-sebut telah direkrut oleh Rusia untuk bergabung dalam angkatan bersenjata negara tersebut dan bertempur dalam perang melawan Ukraina. Informasi tersebut disampaikan langsung oleh Badan Intelejen Luar Negeri Ukraina. 

Dalam laporan yang dipublikasi melalui Telegram pada Kamis 27 Agustus lalu, badan intelejen Ukraina menyebut pihaknya telah memperoleh dokumen yang mengonfirmasi adanya perekrutan terhadap WNI tersebut. 

Upaya tersebut menjadi salah satu cara Kremlin menambah kekuatan pasukannya dalam perang dengan merekrut warga negara asing. Kehadiran mereka juga dimanfaatkan sebagai bahan propaganda untuk menunjukkan seolah-olah Rusia mendapat dukungan dari berbagai negara di dunia.

Alasan lain meningkatnya perekrutan warga asing adalah semakin sedikit warga Rusia yang bersedia menandatangani kontrak untuk bergabung dengan militer.

Menurut intelijen Ukraina, ketidakpuasan masyarakat di Rusia terus meningkat di tengah berbagai persoalan sosial dan ekonomi, perang yang berkepanjangan, serta kemungkinan digelarnya kembali gelombang mobilisasi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kremlin sedang mencari pasukan baru sebagai umpan meriam di kepulauan Indonesia," demikian pernyataan tersebut.

Warga negara asing yang direkrut dijanjikan bayaran tinggi, pekerjaan yang tidak berkaitan dengan pertempuran, kemudahan mendapatkan kewarganegaraan Rusia, serta berbagai tunjangan sosial. Namun, banyak dari mereka tidak menyadari bahwa pada akhirnya mereka bisa dikirim ke medan perang.

Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin (tengah) di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat

Menhan Sjafrie Sebut Suku Dayak Bakal Dapat Privilege Masuk TNI, Apa Saja?

Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin mengatakan akan ada penyesuaian syarat bagi masyarakat suku Dayak pedalaman yang akan bergabung menjadi prajurit TNI.

img_title

VIVA.co.id

31 Agustus 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |