Meta Sok-sokan Jadi Polisi Malam: Batasi Remaja di Facebook dan Instagram tapi Ancam Data Pribadi Pengguna

2 weeks ago 27

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 13:59 WIB

VIVA - Meta menyepakati janji dengan pemerintah negara bagian Amerika Serikat (AS) untuk memberlakukan jam malam dan batasan waktu otomatis pada akun remaja di Instagram dan Facebook.

Namun, penerapannya masih menimbulkan pertanyaan karena belum ada metode yang benar-benar andal untuk memverifikasi usia pengguna dan identitas orangtua, seperti dikutip dari Gulfnews, Sabtu, 29 Agustus 2026.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kesepakatan yang mengakhiri persidangan federal di Oakland, California, pada Rabu, 26 Agustus itu memberi Meta waktu satu tahun untuk mengidentifikasi pengguna berusia 13 hingga 17 tahun. Akun remaja akan secara otomatis mendapat pembatasan, sementara hanya orangtua yang dapat melonggarkannya.

Untuk menjalankan sistem tersebut, Meta harus memperkirakan usia seluruh pengguna, termasuk orang dewasa. Metodenya dapat berupa pemeriksaan identitas, swafoto (selfie), atau analisis aktivitas pengguna. Akun yang tidak terverifikasi dalam 14 hari akan mendapat pembatasan seperti akun remaja.

Masalahnya, metode serupa terbukti mudah diakali. Di Australia, misalnya, larangan media sosial bagi anak di bawah 16 tahun kembali mendekati tingkat penggunaan sebelumnya setelah remaja menggunakan VPN untuk menyembunyikan lokasi dan identitas.

Kesepakatan itu juga tidak menetapkan mekanisme kuat untuk memastikan bahwa orang dewasa yang mengawasi akun benar-benar orangtua atau wali. Kondisi ini membuat efektivitas jam malam dan batasan waktu dipertanyakan.

Pakar media sosial Jasmine Enberg menilai remaja kemungkinan akan mencari cara menghindari aturan, sementara orangtua dapat mengesampingkan sebagian pembatasan. "Kebijakan ini justru berpotensi mengalihkan sebagian tanggung jawab perlindungan anak dari Meta kepada orangtua," ungkapnya.

Kelompok hak digital Electronic Frontier Foundation juga memperingatkan risiko privasi. Jika Meta menggunakan analisis aktivitas untuk memperkirakan usia, perusahaan akan mengumpulkan lebih banyak data pribadi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pemeriksaan identitas pun memiliki risiko kebocoran data pribadi, seperti yang pernah terjadi pada perusahaan verifikasi usia pihak ketiga. Sejumlah negara mencoba pendekatan berbeda. Prancis menggunakan pihak ketiga dengan sistem verifikasi anonim, sementara Uni Eropa menghadapi keterlambatan penerapan aturan.

Di AS, Meta justru akan melakukan pemeriksaan sendiri dan menyimpan data pribadi pengguna, sehingga perdebatan mengenai privasi dan efektivitas sistem masih jauh dari selesai.

Ilustrasi Content Creator.

Kabar Baik buat Content Creator Indonesia

LG Electronics Indonesia punya wadah kolaborasi bagi pembuat konten (content creator), affiliator, dan komunitas penjual online untuk memperluas informasi produk.

img_title

VIVA.co.id

27 Agustus 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |