Mobil Bensin Makin Ditinggalkan di China, Penjualannya Anjlok 40 Persen

4 days ago 16

Rabu, 9 September 2026 - 18:00 WIB

Beijing, VIVA - Mobil bermesin bensin semakin kehilangan pangsa pasar di China. Penjualan ritel mobil penumpang bermesin pembakaran internal atau internal combustion engine (ICE) pada Agustus 2026 tercatat sekitar 536 ribu unit, turun 40 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Berdasarkan data China Passenger Car Association (CPCA) yang dilihat VIVA Otomotif Rabu 9 September 2026, penjualan mobil ICE pada Agustus 2025 masih mencapai sekitar 894 ribu unit. Penurunan tersebut membuat pangsa pasar mobil bermesin pembakaran internal di China menyusut menjadi 34,8 persen.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pada saat yang sama, kendaraan energi baru atau new energy vehicle (NEV) mencatat pangsa pasar hingga 65,2 persen. NEV di China mencakup mobil listrik berbasis baterai atau BEV, plug-in hybrid (PHEV), serta kendaraan hidrogen.

Penjualan ritel NEV sepanjang Agustus mencapai sekitar 1,005 juta unit. Angka tersebut memang turun 10,1 persen secara tahunan, tetapi masih tumbuh 5,7 persen dibandingkan Juli 2026.

Menariknya, tidak semua jenis kendaraan elektrifikasi mengalami penurunan. Mobil listrik murni atau BEV justru mencatat penjualan sekitar 698 ribu unit, naik 1,7 persen dibandingkan Agustus tahun lalu dan meningkat 7,9 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

Sementara itu, penjualan PHEV mencapai sekitar 307 ribu unit. Angka tersebut turun 25,8 persen secara tahunan dan menjadi penurunan selama delapan bulan berturut-turut untuk kendaraan jenis tersebut.

Jika melihat total pasar, penjualan mobil penumpang China pada Agustus mencapai sekitar 1,54 juta unit. Jumlah tersebut turun 23,6 persen dibandingkan Agustus 2025, meski masih meningkat 5,5 persen dibandingkan Juli tahun ini.

Salah satu faktor yang ikut menekan minat terhadap mobil bensin adalah meningkatnya biaya penggunaan kendaraan. CPCA mencatat harga bensin di China naik lebih dari 1.720 yuan per ton sejak awal 2026, termasuk kenaikan 180 yuan per ton sejak akhir Juli.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kondisi tersebut membuat konsumen memiliki alasan ekonomi untuk mempertimbangkan kendaraan elektrifikasi. Selain biaya operasional, pilihan mobil listrik di pasar China juga semakin banyak dengan teknologi dan harga yang semakin kompetitif.

Perubahan tersebut terlihat dari data sepanjang Januari hingga Agustus 2026. Penjualan mobil penumpang ICE mencapai sekitar 5 juta unit, turun 30 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, sedangkan penjualan NEV mencapai sekitar 6,7 juta unit meski masih turun 11,6 persen secara tahunan.

Halaman Selanjutnya

Dengan kondisi tersebut, persaingan di pasar otomotif China kini bukan lagi sekadar antara satu merek dengan merek lainnya. Perubahan pilihan konsumen antara mesin bensin dan kendaraan elektrifikasi mulai menjadi faktor penting yang menentukan arah industri otomotif di negara tersebut.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |